Lelaki Ke Empat, Sebuah Kenangan April 17, 2009
Posted by haSna- ^_^ in Family.3 comments
Kuambil sebuah mukenah untuk nenekku di kamar sebelah musholla keluarga. Kamar yang sudah bertahun-tahun tak kumasuki. Tatapanku terhenti pada sekumpulan foto di ujung dinding. Usai kuberikan mukenah pada nenekku, aku memasuki kamar itu lagi. Dua buah foto hitam putih berukuran 3R masing-masing terbingkai rapi pada sebuah pigora coklat. Mungkin foto ini diambil semasa SMP dan SMAnya. Di antara dua foto itu terpajang sebuah ijazah yang menerangkan bahwa pemiliknya dengan nama Ach. Syafi’i telah berhasil menamatkan studi Al-Quran di Musholla Tarbiyatul Quran Al-Hidayah, Sukorejo, Situbondo mulai Februari 1989 sampai Juni 1991. Sebuah prestasi sangat mengagumkan bagi seorang pemuda dari desa pedalaman seperti ini, tentu pula membanggakan bagi orang tua, keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Aku berpindah ke dinding sebelah lain. Banyak tempelan mulai dari poster Wali Songo dan berbagai macam ulama yang tak kukenal satu per satu. Di dinding bagian bawah, tertempel sebuah tulisan tangan di atas kertas. Isinya tentang pentingnya melakukan sholat lima waktu. Aku membacanya, dan sebuah pengetahuan lagi memasuki rongga otakku. (more…)
Demi Semalam di Madura March 25, 2009
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.1 comment so far
Capek…? Jelas teman, tapi itu bukan alasan untuk menghentikan langkah setelah sepagi beres2 kamar, jaga rental, lantas ke jurusan meski pada akhirnya gak ketemu sama dosen yang dinanti. Lalu lintas di jalan gresik yang dipadati oleh sepeda motor dan sejenis truck gedhe2 plus ngantuk yang tak tertahan juga tak membuatku ingin berhenti menarik gas motor.
Nguantuk pol, otomatis laju sepeda kuperlambat. Aku tersentak ketika sampe di pertigaan tandes hampir saja sesosok truck kuning menyerempetku… Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih Engkau telah memberikan teguran langsung padaku sebelum sesuatu yang bahaya benar2 terjadi… aku langsung gak ngantuk teman2, bahkan dalam perjalanan gresik-madura yang memakan waktu 2,5 jam.
Baru kali ini aku pulang malem, melalui jalan raya yang gelap dan sepi, juga melalui jalan menuju kampung halaman yang sangat gelap. Apalagi aspalnya juga tak semulus jalan raya lainnya. Aku turut merasakan suasana teman2 pramuka ITS yang pada 2 april 2004 silam mengunjungi rumahku yang di madura. Jalanan gelap di tengah sawah. Rada merinding juga sih…. apalagi adikku juga cerita tentang beberapa perampokan dan penampakan yang pernah terjadi di situ. Hi…
Sesampainya di rumah, tentu saja aku dan adikku disambut dg hangat krn emang dr td dah ditunggu, untung acara Maulid Nabi-nya belum dimulai so aku bisa melintas halaman rumah dengan hamparan tikar dan karpet yang belum diduduki seorangpun. Wei, aku seneng setelah beberapa bulan g menginjakkan kaki di tanah kelahiranku ini, apalagi Idul Adha kemaren aku gak kesini krn lagi bertugas di ujung barat laut negeri ini.
Seusai menyapa dan tebar pesona sejenak sama keluarga n tetangga2 yang ada di rumah, aku langsung menikmati ketenangan malam ini disini… (dengan tidur, hehehe) cz esok pagi dah tarik gas menuju Surabaya.
Gak Cuma untuk Anak-anak March 22, 2009
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.5 comments
Pagi-pagi nongkrong di depan tipi sambil sarapan pecel tumpang n minum susu anget. Asyik dah… yang bikin lebih asyik, 2 hari ini aku nonton acara anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. Yang kemaren tentang Parkour dan hari ini tentang demokrasi dan beberapa pengetahuan lainnya .
Selama kurang lebih satu jam aku menikmati acara tersebut. Acara ini diawali oleh gambar tentang kampanye2 parpol beberapa hari terakhir yang ternyata banyak melibatkan anak-anak (padahal katanya gak boleh ya…) Di bagian lain, menceritakan tentang pelajaran demokrasi di sebuah SD di Jakarta. Pemilihan presiden dan wapres untuk sekolah tersebut. Pesertanya adalah siswa kelas 5 yang kebetulan emang dah dapet pelajaran tentang pemilu. Learning by Doing nih…
Pelaksanaannya, siswa-siswi kelas ini dibagi dalam beberapa kelompok yang tentunya kelompok2 tsb adalah parpolnya. Tiap kelompok/parpol mencalonkan presiden dan wapresnya. Nah, sang pres n wa-nya juga kampanye loh… Lucu kampanyenya… “Kalo saya jadi presiden, saya akan mengusahakan semua kelasnya di pasang AC.” Wuih… Makin ‘warming’ aja nih globalnya hehe… Calon yang laen juga gak mau kalah, “Nanti kalo saya jadi presiden di SD ini, fieldtrip-nya 2 kali dalam sebulan”, yup…ini baru asyik… ^_^ Asyik ya… coba semua sekolah mraktekin hal yang sama, pelajaran PPKn/PMP/Kewarganegaraan-nya jadi nggak membosankan.
Usai acara tersebut, masih ada acara anak lagi (berhubung ni hari minggu kawan, jadi acara anak melulu). Kali ini tentang anak2 yang lagi maen pasir di pantai. Biar mainnya gak sia2, datanglah seorang “profesor” membawa sebotol soda kue dan asam sitrat. Lantas, dibuatlah gunung mini dari pasir pantai tsb n terjadilah simulasi gunung meletus dengan menggunakan dua bahan yang dibawa profesor tadi.
Acara terakhir ni mengingatkan aku pada beberapa waktu lalu ketika aku dan beberapa temanku aktif dalam Science Kids Club. Ni perkumpulan anak muda (hehe…, temen2 kuliah maksudnye) yang cari rupiah lewat program science (semacem kegiatan yang memperagakan banyak ilmu alam dengan metode bermain, tepatnya dibuat kayak sulapan biar menarik). Jaman itu kami keliling dari sekolah ke sekolah untuk promosi sambil Show biar program ini bisa dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di tiap sekolah, tujuannya ya itu tadi biar science tuh gak membosankan n mudah dipahami. Sayangnya program ini bisa dibilang kurang sukses, bukan karena programnya gak menarik tapi karena personelnya pada ngilang n sibuk… kalo ada yang mo nerusin monggo deh, keren lho…
Eh, tapi menurutku, acara2 kayak gini gak cuma untuk anak-anak lho. Remaja atau bahkan orang tua perlu juga ngikutin. Biar bisa ngajarin anaknya nantinya… so gak terlalu bergantung sama guru/sekolah untuk perkembangan kecerdasan anaknya karena sebenarnya sekolah itu cuma sarana/pelengkap saja sedangkan pendidikan yang utama tetep ada di tangan orang tua. Setuju??!!
Lagian, kalo aku liat tadi pagi setelah aku ganti channel lain yang menyugukan acara2 yang notabene untuk remaja/dewasa, acara anak2 semacam ini lebih bermutu n lebih baik layak untuk ditonton dr pada acara infotainment yang beritanya sama melulu tiap hari ato bahkan terkesan cari-cari berita dengan membahas hal2 yang gak penting n acar reality show yang terkesan dibuat-buat dan mengedepankan emosi doank tanpa ada esensinya yang tentunya akan memberikan dampak buruk ketika penontonnya gak bisa ‘nyaring’ tentang apa yang ditonton. Hm… begitulah kawan-kawan….
Dari Lagu, Dari Hati March 21, 2009
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.3 comments
Tak terlalu banyak kata yang bisa terungkap meski sederet kalimat bergejolak dalam hati. Menulis ini pun terilhami dari sebuah lagu yang tak sengaja kudengar yang melintas dan terhenti sejenak di ruang kosong hatiku….
“Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku….”
Sejenak merenung, menikmati gejolak lantas tersenyum kembali. Aku sudah berhasil melalui masa itu, sebuah masa yang begitu ‘memukul’ tapi sungguh membuat aku sadar bahwa ada banyak hal yang harus aku perbaiki.
Terima kasih, sahabat… ^_^
Met Idul Fitri October 4, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.4 comments
Buat semua yang berkunjung di blog ini (hehe…sok PD bakal ada yang berkunjung)… Saya atas nama yang punya blog ngucapin met idul fitri buat yang ngerayain n maaf lahir batin ya.. maaf bgt kalo ada pikir, perbuatan n kata ato kalimat (terutama dalam blog ini) yang kurang berkenan. Maafin ye…
Dari Film, Dari Hati September 26, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.1 comment so far
Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari latar saat adegan itu.
Kalo aku sendiri, yang sering aku tunggu adalah susunan kata mujarab yang bisa memotivasi atau menginspirasikan penonton untuk jadi lebih baik atau bahkan berubah. Seperti kalimat “Kita nggak akan pernah tau apa yang terjadi esok kalo hari ini kita menyerah.” di film LOVE, “Mereka tetap menghormati, mencintai dan mendoakan orang tuanya setiap hari meski tak pernah bertemu dan tak pernah mendapat restunya.” dari film kabhi kushi kabhi gham. Dari film Laskar Pelangi yang kutonton kemaren, kalimat yang masih sering terngiang di telinga sampe saat ini adalah kalimat yang diucapin oleh sang Bapak Kepala Sekolahnya Ikal yang intinya “jadilah manusia yang sebanyak-banyaknya memberi, bukan sebanyak-banyaknya meminta.” dan memang itulah bagian yang sangat mengesankan, KETULUSAN. (more…)
MENIKAH…? (1) September 26, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.add a comment
Hayo… sapa yang mo nikah? Sapa yang nggak mo nikah? Hayo, hayo…. Hm, semalem tema ini dibahas saat ceramah abis sholat tarawih yang merupakan salah satu rangkaian acara buka bersama sama teman-teman Pramuka ITS. Awalnya sih yang dibahas tentang persaudaraan, nggak tau kenapa, topik-topik yang dibahas dipaksa sedemikian rupa, dikait-kaitkan antara yang satu ma yang laennya dan akhirnya berujung pada kita2 ni para mahasiswa dan yang seusianya atau lebih yang masih lajang disaranin untuk nikah.
Ngomongin nikah, tentu nggak akan lepas dari kata jodoh. Banyak yang bilang, mo dipaksa nyari dan ngejar sampe manapun, kalo belum jodoh ya gak bakal ketemu. Kalo gitu, bisa jadi mo lari kemanapun jauhnya, mo menghindar sedemikian rupa, kalo dah Jodohnya ya tetep ketemu juga, hehe….. Jodoh di sini gak sekedar orangnya aja tapi juga ada variabel waktu. Bisa jadi jodoh kita tu orang yang ada di deket kita saat ini, temen SD kek, temen maen pas jaman ‘umbelen’ dulu kek ato sobat sendiri tapi waktunya belum diijinin sama Tuhan…ya belum jodoh juga toh… (more…)
Tengah Malam Pusat Kota September 14, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.2 comments
Sekeping dvd baru aja aku masukin ke dvd-room-nya laptop temenku. Belum sempat filmnya muncul, aku sudah digupuhi, “Ayo Has, kita berangkat sekarang juga!” Aku yang lagi berkostum mo tidur jelas gupuh n ngambil baju seadanya di gantungan belakang pintu. Biar gak kliatan seadanya bgt n nantinya g mecing sm orang2 skitarku maka kulapisi dengan jaket warna krem bertuliskan ‘hanjin shipping’ yg biasa aku pake.
Yang ngajak dah tergopoh-gopoh, dia masukkan STNK motor ke saku belakang jeans biruku sambil berkata, “Nanti kamu nunggu di parkiran aja yah…” “Heeh” jawabku sambil memasukkan sebuah buku kecil ke dalam tas yang akan aku bawa, bawaan wajib buat menikmati kesendirian nantinya. Ini salah satu cara untuk menikmati kesendirian yang mungkin bagi beberapa orang situasi ini sangatlah membosankan. “Jam di kamar menunjukkan pukul 21.55, berarti 5 menit lagi pintu kos akan ditutup. Apapun, itu urusan nanti, sekarang juga dengan kecepatan tinggi meluncur ke Cafe Tenda depan monkasel. (more…)
Maaf, Ternyata Aku Masih Suka September 13, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.add a comment
Tak seharusnya aku mengucap lelah pada saat itu karena kata itu hanya menambah ketakberdayaan. Hmm…maaf malam. Ternyata aku masih suka dengan heningmu yang memudahkan aku memaknai peristiwa hari ini. Aku masih suka dinginmu yang menusuk tulang hingga menyadarkan bahwa raga inipun berbatas. Aku masih butuh gelapmu untuk menyembunyikan wajah sayu yang kadang muncul setelah lelah seharian, biar nggak gampang nular sama orang lain, hehe… Juga sepimu yang mampu menambah khusuk raga yang sedang bersimpuh lemah pada yang Maha Kuat hingga meneteskan air mata serasa meluruhkan dosa. ^_^
Malam dan siang, berbeda namun saling melengkapi, begitu juga apapun yang ada di dunia ini. Perbedaan…. menimbulkan warna yang beragam… dan itu bisa indah… kalo kita mengindahkannya… Berbeda – melengkapi – indah. ^_^
Petualang Malam September 10, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Bait-bait Rasa.1 comment so far
Malam, kalau boleh jujur, aku sudah lelah
Lelah melaluimu dengan berkeliaran di bawah langitmu
Tanpa teduhan juga tanpa kawan
Dinginmu tak sekedar menembus raga
Tapi hati juga membeku
Suara mereka tak hanya bergermerisik di telinga
Tapi nuraniku juga tersayat
Ada sesuatu yang menarikku, dari dalam juga luar diriku
Agar menikmatimu dalam ruang saja
Karena ada rasa aman meski tak berkawan
Tapi kalau Kau memang belum mengijinkanku
Untuk berlindung di balik tembok dengan segala keterbatasannya itu
Maka akan kuteruskan saja seutas senyum untuk diriku
yang bisa membangkitkan kekuatan pada raga ini
ketika harus menembus malam di luar
meski seisi alam lelap dalam istirahatnya
Karena sebenarnya malam tak pernah menghadirkan ketakutan
Ketika namaMu terlantun merasuk bersama nafas
untuk rasa terlindungi di sepanjang waktu
Lantas padaMu kuberserah, Sandaranku yang tak pernah berpaling