jump to navigation

Perekam Saran October 2, 2007

Posted by haSna- ^_^ in Se-kul.
Tags:
trackback

Jam dinding ruang baca statistika menunjukkan pukul 09.40, berarti baru 10 menit yang lalu ruangan ini dibuka (kalo tepat waktu). Ketika masuk langsung ambil tempat duduk yang gak jauh dari AC (padahal aq sering kedinginan). Iseng liat sana-sini sebelum mbuka buku berjudul ‘Sikap Manusia’ yang kupinjam dari Perpus Pusat ITS 3 hari lalu. Aku liat sebuah kotak bertuliskan “Kotak Saran”. Di luar dugaan, isi kotak bening itu bukannya kertas yang selayaknya buat nulis saran tapi … tisu bekas dan kertas-kertas kumal lainnya. Kok bisa ya…?

Jelas saja ini terjadi, lha wong kotak saran yang lengkap dengan tempat ‘gembok’nya gak dikunci, jadi semua orang bisa buka seenaknya dan gak heran kalo tangan-tangan iseng nan tidak bertanggung jawab menjadikannya sebagai ‘kotak sampah’. Heran, padahal sebagian besar atau bahkan seluruh pengunjung ruangan ini adalah para kaum terpelajar, bisa-bisanya berbuat demikian.

Atau memang perlu evaluasi dari si ‘yang mau nerima saran’. Mending kotaknya dikunci, trus disediain kertas khusus nulis saran di sampingnya plus bolpoin yang terikat pada kotak (biar gak ilang).

…….bersambung (Labnya mau tutup, lampunya dah dimatiin) 14.45

lanjut … (ada kejadian seru sesaat sebelum lab bener2 tutup, nanti aja ceritanya)

Masih tentang kotak saran. Dengan fasilitas selengkap seperti yang di jelaskan di 2 paragraf sebelumnya, kadang masih terlalu sulit untuk mendapatkan saran yang diinginkan. Ya, mungkin gak semua orang seneng nulis. Gak memungkiri kalo kadang saran dan kritikan lebih produktif dihasilkan saat kita ngobrol ngalor ngidul sampe gak terasa kalo lagi ‘ngrasani’ ato nggosip. Maka dari pada itu, perlu juga tuh dibuat kotak saran yang segedhe bilik di ATM ato wartel, selain ada fasilitas nulis saran juga disediakan failitas untuk merekam saran lewat suara (video skalian juga boleh, jadi bisa kliatan jelas raut wajah, ekspresi, intonasi skaligus bahasa tubuh sang pemberi saran). Nah, fasilitas ini bisa dijadikan media buat yang lebih suka nyampein uneg-unegnya dengan cara ngomong dari pada nulis (tau sendiri, klo berupa tulisan kadang gak ditanggepi). Atau sekalian aja jadi ajang latian buat yang mo jadi bintang sinetrom, lumayan, disyuting jek….. bisa dinilai/dikomentari ekspresinya ama orang2 bersangkutan, hehe….

yah, itulah selintas pemikiran saat melihat amburadulnya kertas-kertas di meja ruang baca statistika ITS yang baru 10 menit dibuka.

Comments»

1. dodo - October 21, 2007

PERTAMAX…!!
kalo menurutku sih ya karena semua orang sudah tau kalo kotak saran itu gak bakal dilihat isinya. jadi sah-sah saja ngisi macem2 ke kotak saran. coba kalo secara berkala dilihat isinya pasti gak akan sebanyak itu “sampahnya”.

2. dodo - November 3, 2007

gak pernah dibuka ya blognya?

3. dodo - November 15, 2007

loh komenku yang sebelumnya mana…?
>>> dah muncul kan???

4. nuha85 - November 21, 2007

dodo –>
yoi, kalo liat kejadian2 sebelumnya, sebenarnya koreksi terbesar terletak pada si pemungut saran alias yang bikin kotak saran
Maaf, dulu2 belum sempat ngotak atik blog
dah kliatan kan, komennya