Sebelum Cahaya December 28, 2007
Posted by haSna- ^_^ in My Hero.trackback
Terinspirasi lagu ini —Letto—
Kuteringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi, cinta?
Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati, cinta
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya?
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu, cinta?
Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku, cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu, cinta
‘Kan membelaimu, cinta
***********************************
……”Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya?
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu, cinta?”…..
Dua bait ini mengingatkanku pada dua suasana. Yang pertama, saat-saat menikmati matahari terbit, ada banyak harapan akan kecerahan masa depan yang terangkai di sana. Yang kedua, aku selalu teringat suasana sholat malam yang hening, damai dan tenang. Sebuah ritual yang kuimpikan bisa kulaksanakan bersama…nya. Damainya pasti berlipat…
Seperti kalo lagi dzikir sendiri dibandingkan dengan dzikir bareng-bareng, suasana kebersamaan dan khusuknya akan lebih menyentuh. Jadi kangen saat-saat istighosah akbar sama teman2 SMA dulu, dah bertahun-tahun gak menyentuh dunia itu lagi. Ibadah itu akan terasa sangat nikmat ketika tanpa diduga ternyata kita telah tersesat. Terima kasih Tuhan atas peringatan ini, aku jadi tahu bagaimana tersiksanya batin ini saat tersesat, hingga saat-saat bersamaMu benar-benar menjadi kerinduan dan terasa lebih nikmat, damai….
Comments»
No comments yet — be the first.