jump to navigation

Belum Sampai Juga January 1, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Kisah.
trackback

Ternyata, waktu selama itu yang telah kugunakan untuk mengistirahatkan otak dan hatiku dari segala macam pikir dan rasa, tak jua menetralkan keadaan. Pikiran-pikiran buruk itu masih saja menghantui. Tak cukup sekian buku rohani ku baca, tak juga cukup seorang teman menjadi tumpahan dosaku meski telah mengalirkan air bening ke dalam cairan otakku yang penuh noda.

Sekembaliku pada peradaban, tempat aku menghabiskan waktu selama 4 tahun terakhir, detak jantung ini tak tertahan. Darah memanas lagi, mendidih hingga mencuat ke ujung rambut.

Sempat aku rindu pada ibu. Diamnya membuatku bisa meredakan emosi. Suatu saat suaranya sempat memancing amarahku hingga gelegarku tak kalah bingar tapi seketika pula air mata meleleh hingga membuat tubuhku meringkuk lantas tersujud memohon ampunNya.

Tuhan, aku masih ingin Kau terus jadi sandaranku. Aku juga sadar kalau padaMulah aku berpulang dan hanya di depanMulah airmataku pantas berlinang. Tapi tak dapat dipungkiri kalau aku juga mebutuhkan sosok manusia berwujud di depan mataku, di dekat hatiku, menenangkanku.
Atau karena aku saja yang sedang berada dalam masa berdarah hingga wajar kalau emosi mudah terpancing. Ah, persetan dengan masa itu. Toh tak selayaknya masa itu selalu kujadikan kambing hitam kala kepalaku membara.
Aku masih punya satu cara lagi. Datang ke majelis itu. Duduk tenang membuka hati dan otak. Mendengar, menyerap, merenung lalu berlari apa berjalan saja, atau bahkan terbang menggapai apa yang membuatku bahagia sekarang dan nanti, di sini dan di sana.
Atau, aku mau mengejar kelegaan hati. Orang-orang bilang aku tak akan pernah mendapatkannya kalau aku diam dan tertutup. Selanjutnya aku mulai tak diam yang kumaknakan dengan buka mulut. Yah, mungkin itu buah dari keterbukaan mulutku yang terlalu lebar hingga lidahku yang setajam silet menjulur kemana-mana dan melukai banyak jiwa.
Itu, mungkin. Aku masih dikejar rasa bersalah atas beraninya mulutku mencetuskan prasangka hitam. Padahal hanya Prasangka.
Oh, lagi… Aku ingin lepas dari ikatan prasangka itu tapi malah tercebur ke dalam lautan emosi yang panas, bukan sekedar api tapi baranyapun menggunung. Aku ingin mentas dari kobaran itu.
Aku melihat daratan dingin nan hijau tak jauh dari mataku. Tanganku terjulur meraihnya. Tubuhku tetap berenang meski meleleh termakan bara api yang ternyata adalah tulangku. Membeku teraliri lahar dingin yang ternyata darahku sendiri. Aku antara leleh dan beku. Tapi aku terus berenang karena aku ingin hidup, untuk yang lain dan juga untuk meraih hati putih.
Banyak orang di sana, diantaranya adalah yang kuimpikan. Mereka melihatku, mataku berbinar. Lantas kubuka lagi mulut, kali ini untuk sebuah pengakuan. Entah, yang keluar bukan suara malah kobaran api. Kulambaikan tangan, mereka masih melihatku tapi tetap tak berkutik. Atau ini hanya fantasiku atau rasa maluku telah benar-benar berkuasa hingga aku engga mendekati mereka lagi.
Aku tak sanggup lagi. Aku merasa semakin bodoh. Mati otak, beku hati. Hanya ada kata Entah. ‘TUHAN’… teriakku sampai bisu. Usaikan masa yang kusebut tadi. Aku ingin segera mendekatiMu. Sungguh, selamatkan aku Ya Allah.
******************************************************

Selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan. Belum sampai juga aku pada jalan itu… Semoga cepat sampai…… C U pren2ku tersayang, mmuaah…

Comments»

1. scouteng - January 3, 2008

keren.. bisa tidak membosanan untuk dibaca.. tapi setelah selesai baca eh gak ngeti maksudnya..

2. nuha85 - January 5, 2008

->>> scouteng
kalo gakngerti gk usah dipaksa, kamu bebas mengartikannya tapi arti menurutmu belum tentu sesuai dengan arti ’sajak gila’ itu bagiku

3. De Stupid King - January 5, 2008

mbak mbak.
gt ae dipikir. manfaatin duonk temen2 mbak. sapa tau ada yang bisa membantu getho… contohe aku(ehem)

4. nuha85 - January 7, 2008

->>> De Stupid
ya jelas mikir toh, lha wong otak masih kependem di kepala…

5. Matt De Stupid King - January 12, 2008

ooo
br tau aku klo otak masih kependem di kepala.
yang aku tau otak tuh cuman nangkring di kepala (waduh off-topic)
sebenernya mbak. aku juga ngga ngerti2 amat ma maksudnya yang mbak tulis (maklum otak-ku kapasitasnya belum core-duo). ada satu hal yang aku setuju ma “mbok dhe”. serahkan semuanya kepada yang punya hidup ini.
Keep ur spirit to life.

6. nuha85 - January 13, 2008

->>> Matt
Yuuup………..