jump to navigation

Sebenarnya… February 28, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Kisah.
17 comments

Lelaki itu datang juga. Tidak ada rasa apapun untuknya meski aku menerima kehadirannya. Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang bisa aku banggakan apalagi aku harapkan dari dirinya. Dia ada atau tidak, sama sekali tidak begitu memberikan pengaruh. Jadi meskipun dia sempat melalui kebersamaan denganku, lantas pergi dengan tujuan entah apa, nggak ngefek. Aku masih baik-baik saja, akan menjalani hari-hariku seperti biasa, seperti sebelum dia datang dalam hidupku.

Dia pergi untuk menghindari suatu masalah? Mungkin. Untuk menyelesaikan masalah? Bisa jadi, atau malah mencari masalah agar tanggung jawabnya terhadapku lepas begitu saja. Dia menghilang membiarkan waktu berjalan meninggalkan kebersamaan kami hingga semuanya berlalu, semakin terlupa dan akhirnya dengan mudahnya terpisah tanpa kesedihan yang berarti.

Ternyata kepergiannya bukan untuk tujuan2 yang terungkap pada bait sebelum ini. Dia hanya menginginkan ketenangan hati. Bukan di bawah tekanan atau di antara bayang-bayang keretakan masa depan. Dia ingin sendiri dulu, melanglang buana lantas datang kembali dengan kekuatan dan keberanian yang lebih. Sayangnya, penyadaran ini kuperoleh jauh hari setelah kepergiannya, jauh hari setelah cukup banyak aku memaki dan menanamkan kebencian untuknya.

Untunglah masih kudengarkan cerita orang-orang yang juga hidup cukup lama dengannya, lebih lama dari pada aku. Beruntung juga mereka bersedia mengungkap kenangan-kenangan yang telah lama berlalu hingga aku pun sadar ada cinta, cinta yang cukup besar untuk dia di sisi lain hatiku yang masih terbungkus emosi. Hingga suatu saat, aku berani mengakui kalau dia memang pantas kucintai dan akupun mau mempertahankan cinta itu, entah dengan apa akan aku buktikan.

Lelaki Itu, February 4, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Kisah.
14 comments

Sudah sejak lama aku membayangkan jika dia benar-benar hadir dalam hidupku, tentu semuanya akan berbeda. Akan ada yang menemaniku menjalani hari-hari, mengajakku makan malam di warung pinggir jalan, jalan-jalan untuk refreshing, sekedar ngobrol sambil menikmati gemerlap malam atau indahnya pagi, bercanda melepas penat, ada kado ulang tahun atau sekedar ucapan manis di hari bahagiaku, menyanyikan sebuah lagu untukku dengan petikan gitarnya, dan yang paling penting ada tempat berkeluh kesah lantas memberi motivasi, ada tempat meluapkan impian lalu memberi dukungan dan berbagi pengalaman-pengalaman hidup. (more…)