jump to navigation

Rindu untuk Ibu April 4, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Bait-bait Rasa.
trackback

Aku menemukan dua tulisan yang serupa tapi tak sama. Yang satu aku temukan di antara file2 kumpulan puisi di komputernya rental, yang jelas ada di folder pribadiku dan yang satunya lagi aku temukan di selembar kertas yang tersisip di bukuku.

1.Rindu Untuk Ibu

Burung belum sempat berkicau
ketika pagi yang dingin, mengiringi langkahmu ke riuh pasar
menyajikan semangat untuk hari ini

Langit timur baru saja menerbitkan sang surya
Gerak langkah sudah menyisiri lorong rumah
berpacu dengan kantuk untuk sebuah sarapan pagi

Rumah sudah sepi tapi tak bisa membiarkannya dalam sunyi
menggerakkan lagi jemarimu
agar kenyamanan tetap tertambat di persinggahan ini

Senja belum tuntas menenggelamkan matahari
sementara orang-orang terkasih pulang dari pertarungan hidup
lelahmupun pudar oleh sambut senyum penuh kasih
dan kembali menghadirkan hangat dalam ruang

Alam masih lelap dalam istirahatnya
matamu terbangun mengguyurkan air suci di wajah
lantas memanjat doa tulus untuk seisi alam

Meski tinggal tutur yang terngiang di kepala
dan doa yang membalut tubuh
aku tetap merasakan kasihmu
dalam mimpiku, dalam langkahku
menyayangimu dengan semangatku dan doaku

Kepingan nasehatmu masih meraja di otak
kala kecamuk hidup tak henti mencambuk semangat
hingga aku tersadar arti sebuah kasih sayang ibu
yang tak sirna meski tanpa perjumpaan
dan tetap hidup dalam kenangan, selama apapun telah berlalu

2. Adakah ibu letih?

Alam masih lelap dalam istirahatnya
Matamu terbangun mengguyurkan air suci di wajah
Lantas memanjat penuh kasih tulus untuk seisi alam

Burung belum sempat berkicau
ketika pagi yang dingin mengiringi langkah
melaju ke riuh pasar menyajikan semangat untuk hari ini

Langit timur baru saja menerbitkan sang surya
Gerak langkah sudah menyisiri lorong rumah
Berpacu dengan kantuk untuk sebuah sarapan pagi

Rumah sudah sepi
tapi tak bisa membiarkannya lelap dalam sunyi
sentuhan tangannya mencipta nyaman untuk seisi rumah

Senja belum tuntas menenggelamkan matahari
Ketika seutas senyum tercipta
Menyambut penuh kasih pejuang dari luar

Malam telah merenggut riuh hingga sunyi
Mata baru dapat lelap atas lelah sehari
Hingga angin malam datang lagi menggugah

Bagusan yang mana???

Comments»

1. mybenjeng - April 4, 2008

bagusan yang pertama.
lebih mudah untuk dipahami.

tapi judulnya bagusan yang ke-2
lebih nyambung dengan isinya.

maaf, juri sing gak ngerti puisi blas, he2…

2. nuha - April 5, 2008

->>> mybenjeng
sama, aku juga lebih suka yang pertama. kalo dari dulu, aku emang paling susah nentuin judul, banyak tulisan2 dan puisi2ku yang tak berjudul, ato ngasih judulnya belakangan. Judul2 tulisan di blog inipun aku terisnpirasi oleh tulisan orang lain, hehe….

3. galihyonk - April 6, 2008

pertama mbak…
I miss my mom…
my mom is the best.. ;)

4. nuha - April 7, 2008

–>>> galih…
miss u juga, ups… u=my mom
every mom is the best dah…

5. scouteng - April 8, 2008

belum tentu every mom is the best, klo mom tiri..

6. nuha - April 9, 2008

->>> scouteng
mom tiri mah bukan mom tapi tante…hehe…gak juga sih. eh tapi mom tiri gak selamanya jahat, kalo gak punya naluri ibu, gak pantes disebut ibu