jump to navigation

Berita Pagi April 5, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Kisah.
trackback

Sabtu pagi ini, aku mampir ke rental. Sebenarnya cuman buat ngambil mukena tapi tayangan di televisi plus komentar dari sang penjaga yang kebetulan adik kelasku yang aktif di BEM membuatku tertarik untuk duduk menonton berita pagi itu di Tifi Tunernya rental. Berita yang memang mengaduk-aduk hati, berhasil bikin aku rada mangkel. Yah, sekedar mangkel aja tanpa dilanjutkan oleh keinginan untuk mencari solusi maupun reaksi/tindakan terhadap permasalahan tersebut. Cuma bisa ‘nggumun’, ngelus dada, dan geleng2 kepala.

Berita pertama tentang reaksi para mahasiswa terhadap film fitna. Ck..ck..ck..kok malah anarkis. Heran juga, ada yang sampe nyumpah sang wakil rakyat pake Al-Quran segala dengan kalimat2 yang….’berat’ menurutku, juga menurut adik kelasku tadi. Ekspresi wajah sang wakil rakyat yang juga sepertinya sangat berat mengucapkan sumpah itu. Menurutku sendiri sih, beliau rela melakukan itu bukan karena beliau benar2 ingin bertindak seperti apa yang disumpahkan tetapi hanya ingin menuruti keinginan para mahasiswa yang demo dari pada nantinya terjadi kerusuhan yang malah bikin runyam kalo nggak dituruti. Sumpah yang, masih menurutku, sebenarnya sulit diaplikasikan dalam tindakan2 nyata. Tahu sendiri, mahasiswa2 itu…..taulah, yang jelas aku bukan penyuka demo apalagi sampe yang aksinya bikin rusuh. Nggak banget, menurutku mereka malah merusak moral bangsa dan menimbulkan kerugian dimana-mana.

Berita kedua, tentang masyarakat kita yang ngantri BBM dimana-mana, mulai dari Minyak tanah, LPG, Bensin dan Solar. Miris juga dengar pernyataan seorang bapak di Surabaya yang telah 3 hari ngantri LPG 12kiloan tapi gak dapet2. Dengan berapi-api penuh emosi, dia berkata, “Saya nggak tau maksudnya Pemerintah itu apa? Pemerintah sekarang itu Matanya Picek, Kupingnya Budek!!!” Huh, mantab betul, Empat kata terakhir yang bikin empati.

Tentang krisis BBM ini, bos rentalku pernah menuturkan sebuah pernyataan bahwa perjalanan hidup negara kita ini mirip dengan Nigeria yang kini mengalami kehancuran/keterpurukan. Mulai dari seperti apa pemimpinnya dan kelangkaan2 BBM yang terjadi ironi dengan sumber daya alam negara yang sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan akan bahan2 yang langka tsb. Aku cuma manggut2 dengar pernyataan itu coz aku sendiri gak tau kondisi nigeria seperti apa. Maklum, Wasit, Wawasan sempit, Haha…

Terus terang, untuk masalah2 yang marak terjadi baik tentang pemerintahan, krisis BBM dan lain-lain yang rame di tipi2 dan surat kabar2, aku cuma bisa berempati dan berkomentar sedikit. Sekedar komentar dan gak ada keinginan untuk menidaklanjutinya lewat demo atau apalah yang sejenisnya yang terlalu tinggi dan menurutku peluang berhasilnya dalam mengatasi masalah sangatlah kecil, atau bisa disebut dengan istilah “Mengatasi masalah dengan masalah”, Mending yang skalanya kecil tapi mengena. Misal kayak tindakan salah satu lembaga pendidikan di Surabaya yang memberikan jatah minyak gratis kepada masyarakat2 di sekitarnya. Itu baru keren.

Lantas aku sendiri?? Yah, sampe sekarang cuma bisa berempati dan komentar dikitlah untuk sekedar dibahas di kalangan teman main guna nambah pengetahuan juga evaluasi akan kehidupan sendiri. Juga berdoa untuk kesejateraan negeri kita ini.

Tiap orang punya keahlian sendiri2, gak semuanya harus terjun dalam dunia politik atau ekonomi saja. Ada yang ahli di bidang pendidikan, budaya, dll. Kalo semuanya dipikir, bisa jebol otak, bisa remuk raganya.

Setiap orang juga pasti punya keinginan untuk bisa menyelamatkan negaranya, entah dari sisi yang mana, lewat apa atau dimulai dari mana. Dari diri sendiri misalnya tidak membuang sampah sembarangan, sepele sih tapi penting. Tindakan lain misalnya pembinaan masyarakat lewat karang taruna, ibu2 PKK atau lembaga lain. Kalo prihatin dengan kondisi ekonomi negara maka kita kembangkan saja budaya wirausaha di kalangan anak2 muda, ibu2 PKK tsb. Kalo mayoritas masyarakat petani ya kita bertindaknya lewat peningkatan hasil pertanian, entas nggarap sisi produksinya, distribusinya atau apa saja. Itu kalo skill yang kita miliki di bidang ekonomi. Kalo masalah agama, ya bisa dengan dibudayakannya kajian2 keagaaman lewat pengajian ibu, madrasah2 atau mengajak anak mudanya untuk nggarap kegiatan peringatan hari besar keagamaan. Ato mo terjun ke bidang politik dengan menjabat sebagai ‘…apa saja…’ dengan membawa misi rakyat, ya monggoh2 wae kalo emang keahliannya disitu. Yang nyata2 aja, dimulai dari skala kecil, alon-alon asal kelakon.

So, selamat berjuang para generasi bangsa! Teruskan mimpi untuk kebaikan masa depan negara, seperti dalam sebuah novel, “kesuksesan itu bisa dimulai dari keberanian kita untuk bermimpi”, tapi jangan cuman mimpi, wujudkan, sekecil apapun tindakan itu.

Comments»

1. Malecious Genius - April 6, 2008

ingat kata2 om Napoleon Bonaparte
ngga ada yang mudah di dunia ini, tetapi ngga ada yang ngga mungkin.
Mimpi pun juga merupakan usaha. Usaha untuk menghibur diri. huahaha

2. Malecious Genius - April 6, 2008

oya tambahan. untuk masalah yang alon-alon waton kelakon dari yang kecil2 dulu kayaknya ngga cocok deh dengan keadaan indonesia sekarang. kan di indonesia klo ngga serba gedhe dan wah kan orang2 ngga mau nonton apalagi ikut.
*mulai sok tau*

3. achoy - April 6, 2008

hmmhh….kadang memang sesuatu itu terbaca anarkis..dan…semua itu kadang gak bisa dicerna….

4. galihyonk - April 6, 2008

Ya mungkin lagi emosi mbak..
blom sadar dg perbuatan akibat perbuatan anarkis..

5. nuha - April 7, 2008

->>> male…
yang gedhe2…kayak aku….???
hehe….kayaknya fokusnya belum pada mengajak orang bertindak dalam skala besar…ups, tapi tiap orang punya kemampuan sndiri2, terserah mereka mau dimulai dari mana yang penting niatnya baek…

->>> achoy
susah dicerna karena nggak ada komunikasi yang nyaman kayaknya…

->>> galih
emosi….sesuatu yang sulit dikendalikan apalagi dalam situasi genting, so….??? au, bingung juga, hehe,….

6. dodo - April 8, 2008

emang ada LPG 12 kiloan? yang kutahu sih 3 kiloan ma 15 kiloan. GAk tahu juga sih kalo yang 15 kiloan dikurangi timbangannya jadi 12 kilo :mrgreen:

bener tuh si male, alon waton kelakon gak cocok. yang keren tuh cepet selamet. kalo bisa cepet, kalo bisa ngelakuin yang besar ngapain harus membatasi diri?

7. scouteng - April 8, 2008

kayaknya emang LPGnya 12 kiloan, yang 15 kilo tu paling ma tabungnya.. soalnya aku punya yang 3kilo, itu berat di tabungnya tertulis 3 kilo.

eh salah ding, ni barusan nanya ibuku, yang dirumahku di kangean itu emang 15kilo, berarti emang ada yang 12 kilo, coz aku pernah liat tabung LPG lebih kecil dari yang dirumahku tapi lebih besar dari yang dikontrakanku, yang dikontrakanku itu yang 3 kilo. katanya sih harga yang 12 kilo itu jauh lebih murah dari yang 15 kilo, makanya sekarang orang-orangpada pindah ma yang 12 kilo, jadinya yang 12 klo habis terus antri..

8. nuha - April 9, 2008

–>>> scouteng n dodo
ya aku gak tau, bukan pengguna LPG tapi yang aku dengar dari tipi tuh 12kiloan. mosok pembaca beritanya salah??

–>>> dodo
gak juga kalo membatasi diri untuk melakukan hal yang besar. Lha kan dah dibilang, tiap orang punya potensi dan mimpi sendiri, mo diwujudin di jalan yang mana juga terserah. Kalo aku, berhubung belum punya kemampuan untuk melakukan yang besar2, daripada tuntut sana tuntut sini termasuk menuntut diri sendiri yang berujung pada stress dan no action think only ya mending ngelakuin yang kecil2 dulu. kan dari dulu aku cuma ‘besar’ dalam makna denotatif aja. hehe…..eh, denotatif tuh sebenarnya dan konotatif adalah kiasan kan???…

9. Jeritan Rakyat…(2) « NuHa.Art - April 16, 2008

[...] Beberapa hari yang lalu … ada juga kisah seperti ini. [...]