jump to navigation

Hari Smakin Senja April 30, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Kisah.
trackback

Langkah kakiku melambat ketika jarak semakin menjauh dari rumah. Matahari senja di langit barat menampakkan wujudnya dengan jelas. Aku menatapnya, maka mataku menyipit. Sebuah pohon, di seberang jalan sana menutupi sebagian wujud sang surya. Senja oh senja…kadang kau menawarkan sebuah kemesraan, harapan, keromantisan namun juga tak jarang menambah pilu suasana hati yang sedang berkecamuk.

Perjalanan pun tak terasa, hingga kududukkan diri di tempat favorit dalam lyn, paling dalam, deket kaca mobil belakang. Ada kepuasan tersendiri ketika duduk di sana. Selain angin bisa masuk setiap saat karena bisa buka-tutup jendela semaunya, sudut pandang pun cukup luas. Menikmati kendaraan berlalu, berkejaran, bersalipan, roda-roda berputar tak henti mengepulkan asap hitam menyesakkan.

Sesesak ruang otakku yang ditancapi beberapa kalimat. Rupanya banyak hal yang gak kesampean pada 28april itu. Pagi usai mbereskan urusan kerjaan, aku pulang ke Gresik. Niatnya pulang pagi2 mo ketemu paman yang baru pulang dari rantau yang sejak kemaren malem nunggu aku. Ternyata aKu datang kesiangan dan beliau keburu mudik ke madura. Trus, ngelesi dua anak SMP yang seminggu lagi UAN juga cuma satu jam (ini karena emang anaknya telat krn abis ada tryout), itupun beberapa soal fisika dan matematika gak terjawab. Bukan karena waktunya gak cukup tapi akunya yang kebingungan, tapi kayaknya emang tuh soal gak ada jawabannya (Payah nih…hehe…) So, yang rencananya hari itu les terakhir, aku sendiri merasa bersalah sehingga nambah waktu les kamis/jumat depan (Pulang lagi deh…). Target semalem revisi proposal skripsi beres juga gak kesampean padahal besok harus maju. Lagi, berdasarkan hasil wawancara dengan sopir LynO tadi pagi, menyatakan bahwa kalo malam jarang LynO yang mau jalan sampe Keputih. Hiyah….tapi gimana lagi, malam ini banyak yang harus diberesin so harus tetap ke Surabaya, sesore atau semalam apapun berangkatnya. Urusan ada lyn ato gak belakangan, InsyaAllah masih ada orang yang mau jemput kalo kondisinya amat sangat kepepet sekali banget.

Tapi, bukan hal2 itu yang bertengger di otak sesorean di dalam lyn itu. Hari itu, emang baru sekitar 6 jam aku ada di rumah. Jelas aja nenek kaget cos tiba2 aku pamit untuk berangkat ke Surabaya sore itu yang menurutku emang udah terlalu senja, dah hampir maghrib. Jelas aja ortu kuatir anak perawannya keluar kota sendirian malem2. Beberapa pertanyaan nenek terlontar. Pertanyaan yang sering kudengar tapi tetap saja memberikan hentakan yang begitu keras untuk batinku (cieh…kayak apa aja),
N : “Nggak nginep?”
A : “Nggak, banyak kerjaan di Surabaya.” Jawabku sambil mencium tangannya kemudian menuju pintu rumah.
N : “Hei, gimana?”
A : “Apanya?” Aku terpaksa masuk lagi.
N : “Kapan nikah? Kamu nggak pernah ngobrol ma pacarmu ta?” Hiyah…kukira mau tanya apa. Jelas aku lemes ditanyain gitu.
A : “Aduh nek, kuliah belum kelar dah nanya gitu.”
N : “Ayolah, kamu itu harapan keluarga, kamu yang jadi andalan, kamu yang ditunggu-tunggu….”
A : “Aduh..iya…iya…kapan2 aja nanyanya. Aku berangkat dulu.” Akhirnya aku berangkat dengan langkah berat, otak juga berat. Kepikiran nenek yang mungkin memang sudah waktunya istirahat dari pertarungan hidup yang cukup berat di usianya yang semakin senja. Mikir betapa aku telah mengecewakan beliau dengan jawabanku tadi.

Di depan rumah ketemu Kakek,
K : “Berangkat sekarang? Sama Siapa?”
A : “Sama temenku.” Pertanyaan dan jawaban yang sama setiap aku datang dan berangkat, meski aku jauh lebih sering datang dan berangkat sendirian. Mo gimana lagi, jalan satu2nya emang selalu berbohong (ini atas saran nenekku) coz kalo kakek tau aku berangkat sendirian, linangan air di mata tuanya juga akan mengiringi kepergianku (jelas aku gak tega bok…. ) Kucium tangannya lantas kuucapkan salam kemudian aku berlalu.

Jadi mikir panjang lebar nih tentang pertanyaan nenek tadi. Pantes aja sih nenek tanya gitu coz temen2ku yang di Madura dah pada punya anak, yang di Gresik dah hampir semuanya nikah plus nggak kurang dari sebulan lagi usiaku dah 23 tahun. Tetangga-tetangga dan teman seperjuangan di kampung juga nanya-nanya yang semakin mendesak nenek…

Jadi kepikiran orang yang disebut ‘pacarku’ oleh nenek. Sejak tuh orang datang ke rumah, orang serumah selalu nanyain dia, sampe2 kalo tiap aku bilang berangkat dan pulang bareng temenku ke kakek, nenekku selalu mikir kalo dia yang nganter (padahal jelas2 itu kebohongan untuk kakek atas saran nenek). Nggak nyangka, keluargaku bakal se-positive thingking itu sama dia padahal cowok2 sebelumnya yang maen ke rumah selalu pulang diiringi oleh omelan kakek… Haha, jadi ketawa sendiri kalo inget kejadian masa SMA dulu.

Aduh nenek…sabar dulu poo. Urusan nikah aku mah juga mau. Mau banget, enak ada yang bakal nemeni aku berjuang, hehe…. Urusan kapan dan sama siapanya itu yang belum kejawab. Lha belum ada yang nglamar?!?! Status punya pacar mah gak bisa diandalkan, bukan juga berarti bisa menenangkan hatiku (juga hati nenekku kali ye…), gak bisa dijadiin patokan kalo kita bakal nikah dalam waktu dekat ato dengan pacar kita itu. Banyak hal yang bisa berubah. Tapi mending lah, daripada jomblo. Minimal dah ada cadangan, dah ada calon. Eh, biasanya calon itu lebih dari satu, sperti calon presiden, calon gubernur dan calon2 yg laen. Kayaknya perlu nambah calon biar cadangannya banyak, penting ya?? Hehe…becanda dink.So…auah…yang lain jalani aja dulu seadanya. Fokus saat ini adalah selesain kuliah dan kerja.

Selanjutnya, pertanyaan serupa besar kemungkinan masih akan terlontar lagi, bisa jadi lebih sering. Aku yang belakangan pulang seminggu sekali dah sering ditanyaain gitu apalagi kalo tiap hari ada di rumah, frekuensi nanyanya bakal lebih tinggi nih, bisa bikin pening bok… Trus kalo ditanyain lagi gimana? Untuk sementara, selagi belum ada kejelasan rencana ke arah situ, jawab aja seperti biasanya yaitu tebar senyuman, mringis, mengelak, mengalihkan pembicaraan atau cabut… Usai perkara. Otre…!!!

Kalopun banyak yang bilang ini itu tentang cara pacaranku, kuno kek, garing kek, gak pantes kek, mending sama yang lain kek, klamaan kek, tekek kek, Gak Ngurus! Bisa jadi itu adalah sebentuk ungkapan iri hati dari orang2 yang kutolak cintanya (hehe…) Gak dink, gak secuek itu. Bisa jadi kalimat2 negatif yang mereka ucapin sempat menghasutku tapi semoga aku masih tetap berada dalam lindunganNya untuk bisa menjaga apa yang aku yakini baik ato perkataan mereka memberikan koreksi/evaluasi yang bisa jadi bahan pertimbangan untuk menjalani sesuatu dengan lebih baik. Meski melalui pasang surut keyakinan, hingga detik ini aku bisa menyatakan bahwa aku nggak salah pilih, aku dapat yang terbaik dari sekian banyak pilihan dan aku bersyukur atas semua yang Tuhan berikan padaku. Semoga ke depannya bisa jadi lebih baik…Amin…..

Hari smakin senja, bukan berarti harapan dan mimpi juga semakin melemah. Seberapa kecilpun peluang yang ada di hadapan kita, kalau kita masih berani untuk bermimpi dan yakin terwujud, ya InsyaAllah bisa terwujud. Jadi inget sebuah kalimat dalam iklan yang dibintangi oleh Dina (yang maen 30hari mencari cinta), begini bunyinya “Yang membuat aku survive adalah apa yang aku yakini.” Yup, kalimat yang menancap di hati, pas banget, gue banget. Kalopun kenyataan saat ini gak indah, kalo kita yakin esok akan indah ya kita tetap akan bisa bertahan dengan kondisi itu bahkan juga meraup sebanyak mungkin semangat untuk menjalani apa yang kita yakini.

Comments»

1. galihyonk - May 1, 2008

“aku kapan nikah ya?”
Mey.. Meybe Yes Meybe No.. huakaka…

salam dari jurusan sebelah, aku dari jurusan fisika mbak..

2. mybenjeng - May 2, 2008

ayo nek… tanya terus nek…!
saya dukung nenek… :)
*provokasi nenek, he2…*

3. nuha - May 2, 2008

->>> Galihyonk
oalah….bentukmu yang seperti apa toh?? aku jadi penasaran…hehe…

->>> mybenjeng
huah….jangan dulu,,,,,,mikir skripsi dulu,,,,,huah…huah….huah…
eh, kemaren nenekku sakit, aku jadi kepikiran dan pingin segera pulang, n hari itu juga aku pulang bersamaan dengan kepentingan mau ngeLESi anak SMP itu….sekarang dah baikan
Oya…kapan2 lanjutin provokasinya, tapi jangan sekarang ye…hehe….

4. reconciler - May 2, 2008

mbak,lyn apa seh? apa perlu bantuan biro jodoh,aq bs bantu :P *bcanda bu* ..salam hangat dr sini..

5. xero - May 2, 2008

hehehehehe semangat selalu pokoknya!

6. nuha - May 2, 2008

->>> reconciler
masa gak tau lyn?? km anak desa ato anak kota?? kalo orang desa bilang lyn=kota-kota (desa di madura, hehe). Mikrolet tau? Bemo tau?? Angkot tau??
Duh, salam hangat terus. disini dah kepanasan, salam dingin aja deh…haha….

->>> xero
tengkyu selalu deh…

7. achoy - May 4, 2008

hm….has …always SMILE …

8. nuha - May 5, 2008

->>> achoy
^_^