Real Count May 19, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.trackback
Kamis, Sabtu dan Minggu kemaren aku bergabung dalam sebuah tim Real Count Pilkada Kabupaten Pasuruan, sejenis Quick Count gitu deh bedanya di Real Count ini kami hitung suara dari semua TPS, gak pake sampel tapi populasi. Aku bergabung dengan Perusahaan Reseacrh & Consult Global View punya kakak kelasku, Statistika 2001 yang kebetulan istrinya adalah temenku di statistika 2003 ITS. Alhamdulillah, ini merupakan keberuntungan bagiku karena aku sering dilibatkan dalam proyek mereka. Misi mereka untuk mengentaskan aku dari kemiskinan (hehe….) rupanya bisa diwujudkan lewat ajakan mereka dalam beberapa proyek, salah satunya ya Real Count ini (Doakan proyek Real Count di Madiun dan Magetan aku bisa ikut ya… Mereka sebenarnya dah nawarin tapi aku agak ragu coz bersamaan waktunya dengan sidang Tugas Akhir -aku jadi sok PD bisa ikut sidang TA semester ini, hehe-).
Sebenarnya aku sudah beberapa kali terlibat dalam proyek serupa, tapi cuma sebagai surveyor. Kali ini aku tergabung dalam tim perhitungan suara. Amat sangat seru sekali deh. Ternyata ini proyek dari salah satu calon Bupatinya, tepatnya calon yang ke-3. Yang bikin seru adalah suasana di rumah sang Calon Bupati yang dinamakan Markas Besar saat perhitungan suara. Aku yang bertugas dihadapan komputer dengan gerakan jari ngentri angka2 yang katanya kayak kasir, ikut-ikutan tegang. Perolehan suara bersaing sangat ketat. Detik2 awal perhitungan perolehan suara didominasi oleh calon ke-3, suasana di Mabes sumringah. Detik pertengahan yang menang sementara adalah calon ke2, suasana Mabes jadi suram. Detik terakhir eh tanpa disangka tanpa diduga yang menang sementara malah calon ke-1, suasanya di Mabes pun semakin menegangkan.
Suasana menegangkan ini bertambah ketika wartawan dari berbagai media mulai menyerbu. Hal ini dikarenakan oleh proyek Quick Count yang diadakan KPU Pasuruan berantakan, program perhitungan suaranya rusak katanya. So….para wartawan pun nyerbu mabes calon ke-3. Para tim suksesinya bertindak sedemikian rupa agar ruang entri data atau ruang IT tetep aman dan terkendali. Akhirnya, cuma satu orang wartawan yang diijinkan masuk itupun dengan berbagai batasan. Baru kali itu aku tau kalo jadi wartawan itu butuh perjuangan yang super untuk dapat informasi.
Weh, nggak nyesel deh ikut proyekan kemaren. Sebanding dengan perjuangan hati untuk meninggalkan skripsi sementara waktu yang dah hampir mendekati deadline. Dapet pengalaman baru yang seru, dapet refreshing, dapet temen baru yang juga seru (Putri, Ridho’, Andre, Mas Aan dan Crewnya cabup ke-3 yang keren2 dah, semoga kita bisa bertemu lagi) dan yang lebih asyik lagi dapet duit yang lumayan banyak, bisa buat nambah modal skripsi + kayaknya aku mau beli sepatu kets baru deh coz yang punyaku dah gak layak pake, hehe… Yups, Thanks lagi God. ^_^
heHEhe,,,
Agustus wisuda nie mbak?
slamat slamat…
*wisuda dimajukan agustus gosipnya begitu…*
->>> galihyonk
belum tentu juga sih, lha wong perjalanan TAku masih jauh tapi tetep diusahakan bisa selese semester ini, doain aja ye…tengkyu
Hal ini dikarenakan oleh proyek Quick Count yang diadakan KPU Pasuruan berantakan, program perhitungan suaranya rusak katanya
Maaf nih meluruskan yg mbak tulis diatas; faktanya bukan program atau apapun disisi sistem yang macet, tapi operator di TPS yang SMSnya tidak sesuai format yang ditentukan. Sehingga data tidak bisa ditampilkan di komputer real count.
->>> M. Nasar
kamu termasuk golongan KPU toh…hehe, maksutnya bagian dr KPU tah??? tengkyu atas pelurusannya….
Mantap dek Proyek Real Countnya…….
Real Quick Coun juga bisa diKlik di http://yuhardin.wordpress.com
From
Yuhardin
Enggak.. saya cuma tukang pukulnya KPU hehe..becanda. Saya di UMM (Univeritas Muhammadiyah Malang) koq, kami kemarin jadi mitra mereka (KPU) dalam menyelenggarakan Quick Real Count (QRC) PILKADA Kab Pasuruan 2008, sayangnya hasil QRC tersebut tidak dipublikasi. Waktu itu sudah menunjukkan hasil, namun KPU tidak brani lihat kenyataan no 2 yg menang. Katanya takut kantornya dibakar massa malam itu. Cuma sayangnya penjelasan ke media oleh KPU “ngarang”, saat itu dibilang macet mungkin dgn harapan wartawan / massa yang saat itu berkerumun di kantor KPU mau bubar.. yah gitu lah KPU, kami cuma jadi black goat. kalau mau sih bisa aja nuntut KPU Pasuruan melakukan pembohongan publik… Entahlah.. skenario apa yang sedang digarap KPU Pas ini. Namun yang jelas, semua data dari TPS saat coblosan 18 Mei lalu, terekam dengan baik di server kami, baik peristiwa kesalahan distribusi surat suara, pemilih L, pemilih P, salah coblos, hingga TPS-TPS yang datanya tidak konsisten
->>> yuhardin
Real n Quick …. yoyo…keren…aku mau ikut lagi proyeknya…. ^_^
->>> M. Nasar
Hmm…selalu ada cerita seru di balik itu semua. Begitu pula dengan yang aku alami, POlitik itu penuh….hmm….. (ini pengalaman pertamaku…..ternyata gak jauh beda sama yang kamu alami, yah,,,begitulah….)