Purnama di Balik Gedung May 22, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Bait-bait Rasa.trackback
Terang, tapi termuramkan oleh sebentuk awan mendung. Sebenarnya dia sendiri pun sudah cukup kuat dan mampu menerangi malam itu, tetapi lagi-lagi kehadiran awan meninggalkan gelap yang memurungkan isi alam. Lingkaran tegas membentuk wujudnya menampakkan keberanian mengarungi malam yang sepi. Namun gedung itu menghalangiku hingga tak mampu kuserap keberanian sang purnama untuk menapaki senyap malam ini.
Purnama, jangan malu pada alam, jangan takut pada cahaya lain, jangan bersembunyi di balik gedung. Tunjukkan wujudmu, katakan saja bahwa kita memang punya satu kesamaan untuk bisa berbagi. Akui saja bahwa kita seiya sekata dalam memaknai sajak-sajak kehidupan yang berwarna. Karena memang hanya dirimu yang selama ini mampu menyediakan segenap jiwa dan waktu untuk mendengarkan kisahku dan mengerti aku.
Sudah, tidak ada yang perlu dihindari lagi. Awan itu sudah terbawa angin, jauh ke belahan bumi sana. Gedung itu sudah rapuh oleh masa, oleh egonya, juga oleh kesombongan atas kekokohannya. Berbagilah selalu denganku. Tidak hanya untuk pada satu malam yang telah kita lalui dengan tangisan. Kini aku yang akan mendatangimu untuk bersenandung seiring sepoinya angin malam. Juga untuk mengembangkan senyum, menghimpun segenap kekuatan sinarmu untuk semangat menyambut esok hari.
kenapa related post-nya “SELINGKUH” ???
ada apa ini..
salam hangat dari sini
Trims.
always SmiLe …gedung itu sudah tua….termakan kesombongan dan ….
besok mau selingkuh?
iki ngomongne opo toh…
heuheuheuhe iyah yah ko selingkuh yah? huhuhu
ah semalam liat bulan, bisa dibilang purnama ga yah… dengan sinar kuningnya yang kurang berpijar tapi Subhanallah indah…
ditambah taburan bintang yang rasanya mulai jarang!
aaaah… romantic mode on banget pokonya!
->>> reconciler
aku gak buat related post-nya, kan dari sono. Aku juga gak tau kok nyambungnya ke sana?? Prasaan ya gak nyambung blass
->>> achoy
dan…..???? dan, dan bila esok, datang kembali, seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda dan….
->>> Tumes….
monggo, silakan selingkuh, resiko ditanggung sendiri ya…aku gak ikut2
->>> mybenjeng
aku gak ngomong, tapi nulis, hehehe….
->>> natazya
lha itulah kenapa sajak itu muncul. Purnama yang indah