jump to navigation

Ketika Ada, Ketika Pergi May 31, 2008

Posted by haSna- ^_^ in Kisah.
trackback

ada sebait marah menyelip di antara relung-relung otak
namun teredam oleh tetesan air mata
lebur seiring munculnya harap atas ampunan doa

ada sebongkah beban yang menyesakkan dada
terus membelenggu karena tak ada keputusan atas kehadiran
lantas hancur bersama sederet mantra dalam ritual jiwa

ada lara yang bersemayam di hati
semakin perih ketika kenangan-kenangan suram tiba-tiba mengganggu
lalu terendap oleh sebuah pertemuan yang menebar senyum tulus

ada setitik benci bergejolak dalam jiwa
pada setiap kata sok angkuh yang sebenarnya membungkus pilu hatinya
yang kemudian kusadari bahwa luka itu juga ada padanya

ada seiris ragu yang membelah keyakinan akan kasih sayang
ketika tak sepatah katapun terungkap untuk kembali merangkai asa
dan akan terus kuperjuangkan untuk terucap
demi sebuah keberanian memilih jalan hidup

Kata itu adalah jalan
pikiran itulah cara
bukan takdir Tuhan yang akan kubingungkan
tapi seperti apa aku akan melalui hari selanjutnya

Oh Tuhan, kalau bukan kau tumbuhkan cinta
mungkin tak akan ada maaf untuk orang-orang yang sangat menyakiti
Oh TUhan, kalau bukan kau anugerahi cinta
mungkin tak akan ada lagi sayang untuk yang sudah tak pedulikanku
Oh Tuhan, kalau bukan karena cinta yang Kau anugerahi
mungkin tak akan ada lagi harapan untuk bisa membahagiakan
Oh Tuhan, kalau bukan karena Kau anugerahi cinta padaku, padanya, pada mereka
mungkin kami akan tetap sendiri, mati dalam kelemahan sendiri
Oh Tuhan, kalau bukan karena cinta
mungkin aku tak bisa bertahan menikmati pedih, lembut, pahit, manisnya hidup

Bisa saja cinta itu tak bertahan
ketika mata telah lelah meneteskan air amarah
ketika bayangan kehancuran tak mampu beralih menjadi harapan bahagia
ketika rasa sakit tak kunjung terobati
ketika ragu yang meraja tak dialihkan pada ungkapan penuh keyakinan

hingga waktu akan membawanya, mengobatinya, mengirimkan angin sejuk
bahwa anugerah itu akan Tuhan ambil lagi dan diberikan pada yang lain
yang menghapus berbagai luka lalu mengantar otak dan hati pada kedamaian

(Menjelang malam pada 30 Mei 2008 di Surabaya)

Comments»

1. natazya - May 31, 2008

sabar… sabar…

time will tell

time will heal

:D

2. galihyonk - May 31, 2008

sabar.. sabar.. sabar,,,

bentar lagi mo wisuda, hiks…
*ndak nyambung mode On*

*_galihyonk clingak-clinguk di sini_*

3. Malecious Genius - May 31, 2008

isine kok merana terus tho mbakyu….
sekali2 yg isinya lagi seneng gt….

4. mybenjeng - June 2, 2008

hmmmm…
semua karna cinta… ;(

5. Reconciler - June 2, 2008

huhuhu..

6. scouteng - June 3, 2008

Jalani apa adanya, insya Allah semua akan berakhir dengan sendirinya.. katanya sih..

7. nuha - June 5, 2008

->>> natazya
yup..yup…waktu akan menjawab….

->>> galihyonk
hooh…mending ngurusin TA yach…hehe…

->>> male…
hidup itu indah nan nikmat. ketika sedih ya sedih, ketika senang ya senang. disitulah warnanya….sedih dan senang sama2 memberi inspirasi tersendiri untuk berkarya dalam menemukan makna diri dan hidup

8. nuha - June 5, 2008

->>> mybenjeng
semua karna apa karma cinta yah…??? hehehe

->>> reconciler
tumben gak ngirim yang anget2??? ^_^

->>> scouteng
berakhir dengan sendirinya??? hmm..?..?..?..?.. *mikir*

9. scouteng - June 5, 2008

wah jangan salah sangka lho, maksudnya keadaannya yang akan berkhir dengan sendirinya, akan berakhir seiring dengan berjalannya waktu… “bingung cari redaksional”

10. Sandi Wibowo - June 5, 2008

just be patient

11. nuha - June 6, 2008

->>> scouteng
bingung redaksional?? kayak musdega aja eng, eng….. hehehe

->>> san-Di WIBOWO
hehe, namamu kok bagus
selamat datang…..!!!!

12. Febi Prasetyo - June 10, 2008

ada kalanya kita ada
ada kalanya kita pergi
ada kalanya kita pulang pergi
semua ada karena ada semua

klo nglukis pake kuas
klo ga nangis ga puas

13. Febi Prasetyo - June 10, 2008

wak kaji mlaku-mlaku
aja lali marang aku

ada kobra masuk sanggar
jadi pemudi yang segar

numpak bendi lewat segara
dosa sing endi njaluk sepura

14. sulthanah - June 11, 2008

nice sharing. Maaf kalo nanti kelihatan fotoku, itu bukan aku. itu adalah aktris faforitku: kitty lai

15. awan sundiawan - June 11, 2008

ketika ada kadang kita tidak perduli
ketika tiada kita pasti akan membutuhkannya :D

16. nuha - June 11, 2008

–>>> febi
hmm…..aku gak iso ‘berpantun’ nek nggawe boso jowo
buah melon buah apukat
memang enak kalo di jus
apalagi buah nangka
aku lagi pingin es jus….

–>>> sulthanah
hooh…yang bikin asik ngeblog emang sharing2nya
kitty lai??? hmm…maap, aku belum kenalan ama yang punya nama itu, hehehe……

–>>> awan sundiawan
iya…kadang malah ngerasa seseorang/sesuatu itu sangat berarti saat ilang

17. achoy - June 13, 2008

hm…..semua itu adalah hal yang sungguh tak terduga seperti hal nya apa yang terjadi hari ini, esok, dan lusa nanti …

18. HeNiez - June 19, 2008

Sabar Haz, Jare wong jowo Sabar iku subur…tapi sabar itu juga ada batasnya ya?? Trus piye Koq aQ yo tambah bingung….

19. nuha - June 19, 2008

->>> achoy
Yup, juga ada hal2 yg g bisa dilogikan. kalo baik, sebut saja keberuntungan, anugerah ato apalah….

->>> HeNiez
hix..hix..mb heni…aku yo bingung….