Teman, Kata Indahmu Adalah Obat Hati August 20, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.trackback
Allah memberi pelangi untuk setiap badai, senyum untuk setiap air mata, berkah untuk setiap cobaan, rahmat untuk setiap helaian nafas, dan jawaban untuk setiap doa.
Sungguh beruntunglah orang-orang yang senantiasa memperbarui semangatnya dalam setiap pergantian waktu, memperbarui niatnya dalam kebaikan dan menemukan Allah dalam setiap langkahnya. Selamat memulai hari ini saudaraku….
Reaksi pertama setelah baca sms tersebut jelas ’senyum’ yang sangat manis tentunya diikuti oleh semangat untuk bangkit plus kata ‘tumben, mimpi apa orang-orang ini kok tiba-tiba sms aku kayak gini?’ hehe….gimana gak heran… Secara, aku gak pernah berinteraksi dengan akrab sama dua orang yang ngirim sms itu. Kl sms pertama itu dr temen SMAku yang kuliah di kota seberang, hm…temen…bukan deh eh iya, teman yang aneh cz smasa SMA dl kl kami ketemu isinya tengkar melulu dan saling mencaci maki, menghina dina dll tapi gak pake ati jadinya seru aja bikin kelas rame n lebih hidup, hehehe…jadi senyum2 sendiri kl inget.
Sms yang kedua dr adik kelas yang hampir tiap hari ketemu tapi seumur-umur kenal, gak pernah tuh smsan yang indah kayak gitu. Baru kali itu aja. Hehe….
Anugerah… itu mungkin kata yang tertanam dalam hatiku setelah membaca dua bait kalimat indah itu. Mereka kemungkinan gak tau bagaimana kondisi hatiku saat itu tapi siapa sangka kalimat indah yang simpel ato bahkan mungkin itu bukan karya sendiri (forward-an misalnya) bisa memberikan kesan dan arti yang sangat mendalam baik kesan terhadap kalimatnya maupun kesan terhadap orangnya sehingga kehadiran seorang teman memberikan makna yang begitu besar dalam perjalanan hidup.
Ya, siapa tahu… Kita gak pernah bisa menebak dengan pasti kondisi hati seseorang, klpun seseorang dr luar keliatan bengis, klpun kata-katanya kasar (kadang perbuatan seperti ini sebagai pelampiasan saja atas kerapuhan yang ada dalam dirinya atau sebagai ‘tedeng-aling-aling’ krn dia g mau kalah/menyerah sama lingkungan/hidupnya yang dirasa ‘keras’, kadang lho ya….) bisa jadi hatinya selembut sutra, seputih salju, setulus kasih sayang ibu, sesuci cinta padaNya (cieeeh…)
Kata – berkata – omongan … aku merasa mengalami fase perubahan yang begitu besar dalam hal ini. Sejak kuecil sampe SMP aku terkenal pendiam (bahkan kuper, mungkin krn keluarga overprotective yang menimbulkan tabiatku yang suka menyendiri tapi krn itu pula pegaulanku jadi ter’cover’ dengan oke). SMA mulai bisa sedikit berinteraksi sama orang meski cuma orang-orang tertentu aja, (cm bs bercanda, ngobrol enak dll sm orang yang akrab n kenal lama aja, sering malu-malu gak pake ‘in’ untuk sekedar nyapa kl ketemu orang baru).
Lha, sejak kuliah (tepatnya setelah beberapa bulan), aku kok jadi kebablasan…. bahkan pada tahun pertama ulang tahunku di masa kuliah aku dapat kritikan pedas lewat surat dr seorang teman kosku yg ngatain kl omonganku terlalu menyakitkan baginya (hiks, aku jadi terperanjat cs slama itu orang2 lain disekitarku setelah ku kroscek ngerasa fine-fine aja dg omongan/guyonanku, hm…beda orang beda karakter ya…itu yang blm aku pahami waktu itu mungkin, gak semua orang bisa diperlakukan sm bhkan dalm hal guyonan)…yah gt deh… Kalo di rumah aku mendadak jadi pendiam, (percaya gak…? aneh ya…) dll dll lah kisahnya, terlalu banyak kl ditulis disini semua.
Lantas … hm… menjelang ramadhan, g tau juga seberapa lama lagi aku bisa bersua dengan yang ada di dunia ini (nah lo…kok jd melo…) Teman-teman semuanya, baik yang sekedar temen biasa, kurang dari teman atau yang lebih dari sekedar teman, aku mohon maaf ya kalo kata-kata n perbuatanku ada yang kurang berkenan, maaf jg kl hal itu masih sering terulang meski dah berkali-kali minta maaf (hehe…), maaf deh…
Kata maaf yang direspon dengan manis dan lembut itu seolah dapat rejeki durian runtuh (pribahasa aja – meski aku gak suka durian), indah banget seperti dapat kesempatan yang sangat luas untuk bisa memperbaiki diri dan diterima kembali, serasa dilahirkan kembali. Selanjutnya, Kata maaf takkan berarti tanpa diikuti dengan perubahan/perbaikan diri. Yupz, itu intinya. Oke….
So, -krn ngelantur n maksa-maksain nyambungin ma judulnya-, apapun kondisi hatimu, bagaimanapun kondisi orang yang kamu hadapi, tetap ucapkan kata yang indah ya plus senyum tulus karena itu bisa jadi obat hati…
tak selmanya kata indah membuat orang tersenyum, kadang malah kita dianggap gombal.. biasanya neh, (biasanya lo ya) kalo ku ngomong hal yang indah-indah ma “dia”, eh malah marah dan gak mau bertegur sapa selama beberapa hari.. jadi gimana dong..!
->>> scouteng
km sih…kata indahnya merayu…. pantes aja kl dibilang gombal, hehe… dari hati donk, yang tulus gitu….
tulus ikhlas
semangat akan memberikan sejuta inspirasi bagi setiap langkah….