Dari Film, Dari Hati September 26, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.1 comment so far
Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari latar saat adegan itu.
Kalo aku sendiri, yang sering aku tunggu adalah susunan kata mujarab yang bisa memotivasi atau menginspirasikan penonton untuk jadi lebih baik atau bahkan berubah. Seperti kalimat “Kita nggak akan pernah tau apa yang terjadi esok kalo hari ini kita menyerah.” di film LOVE, “Mereka tetap menghormati, mencintai dan mendoakan orang tuanya setiap hari meski tak pernah bertemu dan tak pernah mendapat restunya.” dari film kabhi kushi kabhi gham. Dari film Laskar Pelangi yang kutonton kemaren, kalimat yang masih sering terngiang di telinga sampe saat ini adalah kalimat yang diucapin oleh sang Bapak Kepala Sekolahnya Ikal yang intinya “jadilah manusia yang sebanyak-banyaknya memberi, bukan sebanyak-banyaknya meminta.” dan memang itulah bagian yang sangat mengesankan, KETULUSAN. (more…)
MENIKAH…? (1) September 26, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.add a comment
Hayo… sapa yang mo nikah? Sapa yang nggak mo nikah? Hayo, hayo…. Hm, semalem tema ini dibahas saat ceramah abis sholat tarawih yang merupakan salah satu rangkaian acara buka bersama sama teman-teman Pramuka ITS. Awalnya sih yang dibahas tentang persaudaraan, nggak tau kenapa, topik-topik yang dibahas dipaksa sedemikian rupa, dikait-kaitkan antara yang satu ma yang laennya dan akhirnya berujung pada kita2 ni para mahasiswa dan yang seusianya atau lebih yang masih lajang disaranin untuk nikah.
Ngomongin nikah, tentu nggak akan lepas dari kata jodoh. Banyak yang bilang, mo dipaksa nyari dan ngejar sampe manapun, kalo belum jodoh ya gak bakal ketemu. Kalo gitu, bisa jadi mo lari kemanapun jauhnya, mo menghindar sedemikian rupa, kalo dah Jodohnya ya tetep ketemu juga, hehe….. Jodoh di sini gak sekedar orangnya aja tapi juga ada variabel waktu. Bisa jadi jodoh kita tu orang yang ada di deket kita saat ini, temen SD kek, temen maen pas jaman ‘umbelen’ dulu kek ato sobat sendiri tapi waktunya belum diijinin sama Tuhan…ya belum jodoh juga toh… (more…)
Tengah Malam Pusat Kota September 14, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.2 comments
Sekeping dvd baru aja aku masukin ke dvd-room-nya laptop temenku. Belum sempat filmnya muncul, aku sudah digupuhi, “Ayo Has, kita berangkat sekarang juga!” Aku yang lagi berkostum mo tidur jelas gupuh n ngambil baju seadanya di gantungan belakang pintu. Biar gak kliatan seadanya bgt n nantinya g mecing sm orang2 skitarku maka kulapisi dengan jaket warna krem bertuliskan ‘hanjin shipping’ yg biasa aku pake.
Yang ngajak dah tergopoh-gopoh, dia masukkan STNK motor ke saku belakang jeans biruku sambil berkata, “Nanti kamu nunggu di parkiran aja yah…” “Heeh” jawabku sambil memasukkan sebuah buku kecil ke dalam tas yang akan aku bawa, bawaan wajib buat menikmati kesendirian nantinya. Ini salah satu cara untuk menikmati kesendirian yang mungkin bagi beberapa orang situasi ini sangatlah membosankan. “Jam di kamar menunjukkan pukul 21.55, berarti 5 menit lagi pintu kos akan ditutup. Apapun, itu urusan nanti, sekarang juga dengan kecepatan tinggi meluncur ke Cafe Tenda depan monkasel. (more…)
Maaf, Ternyata Aku Masih Suka September 13, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.add a comment
Tak seharusnya aku mengucap lelah pada saat itu karena kata itu hanya menambah ketakberdayaan. Hmm…maaf malam. Ternyata aku masih suka dengan heningmu yang memudahkan aku memaknai peristiwa hari ini. Aku masih suka dinginmu yang menusuk tulang hingga menyadarkan bahwa raga inipun berbatas. Aku masih butuh gelapmu untuk menyembunyikan wajah sayu yang kadang muncul setelah lelah seharian, biar nggak gampang nular sama orang lain, hehe… Juga sepimu yang mampu menambah khusuk raga yang sedang bersimpuh lemah pada yang Maha Kuat hingga meneteskan air mata serasa meluruhkan dosa. ^_^
Malam dan siang, berbeda namun saling melengkapi, begitu juga apapun yang ada di dunia ini. Perbedaan…. menimbulkan warna yang beragam… dan itu bisa indah… kalo kita mengindahkannya… Berbeda – melengkapi – indah. ^_^
Petualang Malam September 10, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Bait-bait Rasa.1 comment so far
Malam, kalau boleh jujur, aku sudah lelah
Lelah melaluimu dengan berkeliaran di bawah langitmu
Tanpa teduhan juga tanpa kawan
Dinginmu tak sekedar menembus raga
Tapi hati juga membeku
Suara mereka tak hanya bergermerisik di telinga
Tapi nuraniku juga tersayat
Ada sesuatu yang menarikku, dari dalam juga luar diriku
Agar menikmatimu dalam ruang saja
Karena ada rasa aman meski tak berkawan
Tapi kalau Kau memang belum mengijinkanku
Untuk berlindung di balik tembok dengan segala keterbatasannya itu
Maka akan kuteruskan saja seutas senyum untuk diriku
yang bisa membangkitkan kekuatan pada raga ini
ketika harus menembus malam di luar
meski seisi alam lelap dalam istirahatnya
Karena sebenarnya malam tak pernah menghadirkan ketakutan
Ketika namaMu terlantun merasuk bersama nafas
untuk rasa terlindungi di sepanjang waktu
Lantas padaMu kuberserah, Sandaranku yang tak pernah berpaling
Kampusku, Perjuanganku (1) September 10, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah, Untukmu.1 comment so far
… melihatmu saat ini semangat kuliah saja sudah mampu membangkitkan kekuatanku untuk terus melanjutkan hidup walau sesulit apapun rintangan yang harus dilalui …
JENUH… September 8, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.5 comments
Nomor itu menghubungi HPku lagi. Tak seperti sebelumnya, kali ini tak sampai 3 menit kami bicara lewat telpon. Dia hanya mengabarkan kehadirannya esok di tempatku dan satu kalimat pembuka yang akan jadi bahan pembicaraan kami esok harinya. Sore itu, dia datang juga. Kulihat raut wajah yang mungkin beberapa minggu lalu juga sempat menghiasi wajahku. Kudengarkan dia bercerita. Cerita yang mampu membawaku menyelam pada kisahku sendiri beberapa saat lalu. Ada satu kata penting yang kutangkap yang jadi tema dari pembicaraan yang tak terlalu panjang itu, ‘Jenuh’. Aku tak bisa berkomentar banyak, hanya berekspresi empati secukupnya hingga dia beranjak pulang. Aku tahu, sebenarnya hal ini tak mudah dilalui begitu saja olehnya karena butuh sebuah komunikasi agar kejenuhan itu bisa diatasi ketika memang ada kekurangan dari satu pihak, untuk bisa sama-sama saling memperbaiki diri. (more…)