Dari Film, Dari Hati September 26, 2008
Posted by haSna- ^_^ in Kisah.trackback
Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari latar saat adegan itu.
Kalo aku sendiri, yang sering aku tunggu adalah susunan kata mujarab yang bisa memotivasi atau menginspirasikan penonton untuk jadi lebih baik atau bahkan berubah. Seperti kalimat “Kita nggak akan pernah tau apa yang terjadi esok kalo hari ini kita menyerah.” di film LOVE, “Mereka tetap menghormati, mencintai dan mendoakan orang tuanya setiap hari meski tak pernah bertemu dan tak pernah mendapat restunya.” dari film kabhi kushi kabhi gham. Dari film Laskar Pelangi yang kutonton kemaren, kalimat yang masih sering terngiang di telinga sampe saat ini adalah kalimat yang diucapin oleh sang Bapak Kepala Sekolahnya Ikal yang intinya “jadilah manusia yang sebanyak-banyaknya memberi, bukan sebanyak-banyaknya meminta.” dan memang itulah bagian yang sangat mengesankan, KETULUSAN.
TULUS, mau memberi ya memberi saja, nggak peduli dia mau dapat imbalan ato nggak. Mau mencintai ya mencintai saja, nggak peduli akan mendapatkan balasan yang manis atau nggak atas cinta itu. Yang penting dia dah merasa senang bisa mengikuti kata hatinya untuk memberi dan mencintai dan merasa senang telah memperoleh dan mewujudkan anugerah besar dari Tuhan berupa rasa itu, toh kadang tak perlu alasan yang cukup logis bagi seseorang untuk bisa memberi dan mencintai karena keinginan itu dari HATI yang katanya emang susah disambungin ama logika. Selama ada keyakinan yang tertanam bahwa sebenarnya pemberian dan cintanya bisa memberikan dampak yang baik bagi orang-orang tertentu entah secara langsung atau tidak, maka lanjutkan saja.
Disarankan orang lain untuk berhenti memberi dan mencintai adalah salah satu hal yang sangat menusuk hati karena sebenarnya tak pernah ingin mengusaikannya meski kadang kita tak menemukan alasan logis untuk menolak saran tersebut. Banyak manusia yang setuju kalo rasa cinta itu nggak bisa dilogika, rasa itu adalah anugerah dari Tuhan. Lantas, jika memang begitu, sanggupkan kita menghentikannya begitu saja? Mau memaksa diri menghentikannya dan bersusah payah menghilangkannya padahal masih terasa banget? Lebih sulit daripada mahasiswa kere sepertiku disuruh cari uang 20 juta dalam waktu 3 bulan tuh… hehe…
Kadang terbesit di hati, kalau memang Tuhan masih menganugerahkannya, biarlah aku meneruskan rasa kasih dan cinta. Aku tak tahu mengapa Tuhan masih menganugerahkannya, entah untuk menyukseskan satu proyek saja, entah agar aku terjaga dari cinta lain yang sembarangan, seadanya atau bahkan menyesatkan, entah untuk menjatuhkan lagi esok agar iman dan takwaku meningkat, untuk sekedar merasakan damainya agar semakin giat berkarya dan semakin bayak terinspirasi dari rasa yang beraneka ragam, entah untuk tinggal selamanya dengan orang yang dikasihi, untuk semuanya itu atau bahkan tidak untuk satupun dari yang telah tersebut di atas. Siapa yang tahu? Karena semuanya masih misteri, maka biarlah rasa kasih dan cinta itu terwujud selama itu tulus. Nikmati saja, tak usah menunggu apapun, cukuplah memberi dan mencintai selagi ada kesempatan dan selagi kita mampu.
Selanjutnya, masih dari film yang sama. Ada semangat dan keberanian . Luar biasa menginspirasikan, terutama untuk berani bermimpi dan PANTANG MENYERAH. Apapun yang orang katakan, yang orang ceritakan, orang cacikan, khawatirkan, kalo kita yakin ya jalani saja. Seburuk apapun ceritanya, entah itu kebenaran atau kebohongan yang dibuat agar kita menyerah, kadang tetap tak mampu membelokkan tekad sedangkan kita sendiri pun tak menemukan di titik mana kita harus menyerah. So, lanjutkan tekad pantang menyerah pada keadaan. Tentunya bukan keyakinan yang buta tapi disertai dengan berserah diri padaNya dan kesiapan menghadapi resiko yang mungkin timbul.
Tulisan yang bagus
Lam kenal