<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>NuHa.Art</title>
	<atom:link href="http://nuha85.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuha85.wordpress.com</link>
	<description>Lihat, Dengar, Rasakan, lalu Tulis.....</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 10:34:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nuha85.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/94f567494d1c21300f551e50dc90c696?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>NuHa.Art</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Melamar Kerja</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/12/03/melamar-kerja/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/12/03/melamar-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 10:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Dari 3 gelombang materi pendampingan utk pelatihan softskill dg masing2 materi berupa AMT (Achievment Motivation Training), CB (Character Building) dan Tips n Trik Melamar Kerja yang masing2 dibawakan dalam durasi 2 jam, baru kali ini aku sebagai pendamping pelatihan dibuat bisa ikut serta mendengarkan materi dengan seksama dan khusuk. Ini adalah untuk ke 3 kalinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=272&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari 3 gelombang materi pendampingan utk pelatihan softskill dg masing2 materi berupa AMT (Achievment Motivation Training), CB (Character Building) dan Tips n Trik Melamar Kerja yang masing2 dibawakan dalam durasi 2 jam, baru kali ini aku sebagai pendamping pelatihan dibuat bisa ikut serta mendengarkan materi dengan seksama dan khusuk. Ini adalah untuk ke 3 kalinya materi ini dilaksanakan tapi masing2 dibawakan oleh orang yang berbeda. Pemateri kali ini benar2 tepat, punya banyak wawasan (materi yang disampaikan tak sekedar yg ada di buku) juga pengalaman2 kegagalannya menambah peserta semakin terpaku mendengarkan. Meskipun tanpa LCD dan Laptop/slide sbg pendukung materi, cuma modal Mic (yg sebenarnya ketiadaan perlengkapan ini adalah krn kecerobohan penyelenggara pelatihan yg menyerahkan kunci tmpt nyimpan peralatan pd orang yg salah). Selain itu, pemateri ini tetap bisa santai, senyum dan menghargai peserta meskipun dia harus menunggu peserta yang terlambat selama 45 menit.</p>
<p>Aku tahu bahwa aku masih belum punya keinginan untuk melamar kerja (krn masih ingin proyekan2 -skalian jalan2- dan hasilnya buat wirausaha), tapi entah mengapa aku jadi  berminat mendengarkan, mungkin krn ada ilmu2 tertentu yang bisa diterapkan tak hanya untuk melamar kerja saja. Terutama tentang sikap kerja dan cara bersalaman yang bisa diterapkan kapan saja dan dimana saja. Kalaupun dia bukan seorang pegawai (skaligus menunjukkan bahwa surat lamaran kerjanya tidak sukses) tapi dia banyak terlibat dalam seleksi/rekruitmen tenaga kerja beberapa perusahaan, dan kalaupun dia bukan psikolog, dia tahu banyak hal tentang itu karena dia begitu menikmati bekerja ikut LSM temannya dan menikmati &#8220;kebebasan&#8221; hidupnya tapi tak pernah sepi order.</p>
<p>Beberapa tips yang sempat terekam dalam kertas <em>oret2an</em> saya adalah:<span id="more-272"></span></p>
<ul>
<li>Ketika lowongan kerja menyebutkan &#8220;berpengalaman minimal 2 tahun di bidang yang sama/sejenis&#8221;, maka jangan pernah mundur meskipun kita tidak punya pengalaman karena sebenarnya ini adalah Uji mental dari perusahaan ybs.</li>
<li>Informasi lowongan kerja kini banyak dipublikasikan di dunia maya (internet) karena dengan menggunakan fasilitas ini berarti perusahaan ybs telah melakukan seleksi dan memastikan bahwa pelamar2nya tidak ketinggalah terknologi. Sekaligus mendukung program paperless, nih&#8230; Dari segi pelamar, penggunaan fasilitas ini bisa lebih menghemat biaya krn g pake ngeprint, g pake amplop, g pake perangko n ongkos menuju kantor pos.</li>
<li>Jangan menyepelekan tanggal terakhir pengiriman lamaran karena seringkali perusahaan tidak punya toleransi sama sekali untuk pelamar yang terlambat mengirim aplikasinya.</li>
<li>Sekarang ini banyak perusahaan penyalur tenaga kerja yang bisa dijadikan media untuk cepet dapat kerja (tapi ya harus rela gajinya dipotong/dibagi dg perusahaan penyalur tenaga kerjanya ditiap bulan atau mengeluarkan biaya lebih dari pada lewat jalur langsung)</li>
<li>Desain surat lamaran dibuat menarik, jenis tulisan. Pokoe sing sip diliat gitu (ini masih seleksi mata loh&#8230; belum smp dibaca)</li>
<li>Fotonya juga yang bagus krn ada juga yang sekedar diliat fotonya.</li>
<li>Kalimat-kalimat dalam surat lamaran. Deskripsi singkat tentang diri berkaitan dengan jensi pekerjaan/kedudukan, tunjukkan kelebihan dan semangat untuk bergabung. Kurangi kata &#8220;semoga&#8221; atau &#8220;bersedia ditempatkan dimana saja&#8221;, contoh kalimatnya &#8220;Saya ingin menjadi bagian dari kesuksesan perusahaan ini&#8230;&#8221;</li>
<li>Alamat yang dituju sebisa mungkin adalah langsung pada pihak yang menyeleksi tenaga kerja di perusahaan ybs. Jika tidak tahu pemegang jabatan adalah Pak atau Bu maka tidak perlu disertakan.</li>
<li>Sertakan semua sertifikat/piagam yang dimiliki, tidak peduli nyambung atau tidak dengan jabatan yang dilamar tapi setidaknya bisa menunjukkan beberapa kebihan kita di bidang lain (nilai lebih kepribadian) tapi jika sekiranya ada sertifikat/piagam dapat menyinggung SARA maka tidak perlu disertakan.</li>
<li>Jika diminta menyertakan KODE di amplop maka jangan diremehkan. Krn secara tidak langsung kita telah membantu perusahaan untuk memperlancar proses klasifikasi.</li>
<li>Jika disertakan CV (Curriculum Vitae), di surat lamaran tidak perlu deskripsi yang terlalu detail krn bisa jadi sudah tercantum di CV</li>
<li>Sebagai penutup, jangan lupa TERIMA KASIH dan TANDA TANGAN.</li>
</ul>
<p>Hal-hal lain yang diungkapkan adalah tentang SIKAP KERJA dkk, antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Saat bersalaman, tunjukkanlah semangat kita. Atur posisi tubuh, ucapkan salam dahulu, beri tekanan dan sedikit goncangan saat bersalaman.</li>
<li>Pakaian juga kudu rapi. Jangan diremehkan karena ini memberi kesan pertama. Mulut jangan sampe bau rokok karena bikin pewawancara g betah.</li>
<li>Jangan terlalu PD karena apapun yang berlebihan itu tidak baik.</li>
<li>Saat mendapatkan tugas (meskipun belum pernah mengerjakan tugas serupa, ucapkan dengan kalimat positif) &#8220;Siap, saya usahakan&#8230;, &#8230;nanti akan saya laporkan&#8230;.&#8221;</li>
<li>Kemandirian: saat ada masalah dalam pekerjaan, jangan dikit2 lapor sm bos. Usahakan pecahkan sendiri dulu lalu laporkan tapi juga jangan sampai melebihi kewenangan.</li>
<li>Kepemimpinan: tiap orang sebenarnya punya jiwa kepemimpinan tapi dikembangkan atau tidak.</li>
<li>Saat ini, sudah banyak yang nyari bukan &#8220;LULUSan apa&#8221; tapi &#8220;BISA apa&#8221;</li>
<li>Saat wawancara, calon karyawan akan dikejar pertanyaan sampai keluar motivasi internalnya (dari diri sendiri)</li>
</ul>
<p>Beberapa pertanyaan yang muncul dari peserta adalah:</p>
<ul>
<li>Lebih berpeluang mana orang yang berpengalaman kerja atau yang punya sertifikat? Kadang jadi pertanyaan juga bagi yang berpengalaman, mengapa dia sudah bekerja tapi kok &#8216;loncat2&#8242;, jangan sampai pengalaman kerja jadi boomerang karena tidak menutup kemungkinan akan dikonfirmasikan ke perusahaan sebelumnya. Hal ini tidak perlu jadi kendala karena posisi di perusahaan bermacam-macam, kadang diperlukan yang berpengalaman untuk mengkader dan yang dikader adalah yang belum punya pengalaman (jelas beda gajinya)</li>
<li>Perlukah menulis perihal dalam surat lamaran kerja? Tidak perlu karena sudah cukup jelas bahwa surat ini berisi lamaran kerja, jangan terlalu terpaku pada format surat resmi.</li>
<li>Letak nama pengirim dan alamat yang dituju di amplop? Jika tidak ada permintaan dari perusahaan maka sebaiknya alamat yang dituju di tulis di bagian depan, di kiri bawah.</li>
<li>Sebaiknya tulis tangan atau diketik? Lagi-lagi sesuai permintaan perusahaan. Tapi jika tidak diminta nulis tangan maka lebih baik diketik. Jika diminta tulis tangan maka tulilah dengan kebiasaan kita, tidak perlu dibuat-buat atau niru tulisan orang lain karena dari tulisan dan tanda tangan itulah karakter kita bisa dibaca. Tentang karakter pribadi, bukan diartikan karakter ini baik/buruk atau pintar/bodoh tetapi karakter mana yang TEPAT dengan posisi yang ditawarkan.</li>
</ul>
<p>Cukup sekian dulu rangkuman materi yang disampaikan di materi pendampingan untuk softskill di UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro, Rabu 2 Desember 2009 dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Ketrampilan Industri Migas 2009 kerjasama MCL dan LPSMI. Terima kasih, semoga berguna&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=272&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/12/03/melamar-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Terlupakan</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/12/02/yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/12/02/yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 10:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Bersama nenek melintasi jalan yang tak lebih dari 100 meter tapi sudah ada 5 warung kopi yang dilalui. Pemandangan yang tak aneh di Kota yang pernah kuanggap akan jadi kenangan semata, Gresik. Sampai di ujung gang, bertemu dengan seorang tukang becak yang sudah kukenal sejak kecil, dia langgan ibuku dulu, juga langganan nenekku sampai saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=267&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bersama nenek melintasi jalan yang tak lebih dari 100 meter tapi sudah ada 5 warung kopi yang dilalui. Pemandangan yang tak aneh di Kota yang pernah kuanggap akan jadi kenangan semata, Gresik. Sampai di ujung gang, bertemu dengan seorang tukang becak yang sudah kukenal sejak kecil, dia langgan ibuku dulu, juga langganan nenekku sampai saat ini untuk mengangkut bertandan-tandan pisang yang sudah di &#8220;ukep&#8221; dari rumah menuju pasar. Bapak becak ini sudah semakin tua, keriput di wajahnya lebih banyak daripada yang terakhir kutemui beberapa tahun lalu, seingatku. Beliau pun langsung menawari kami naik becaknya untuk di antar ke tempat tujuan, Polres Gresik.</p>
<p>Di perjalanan, bapak becak ini bertanya apakah aku adikknya Udin? (Padahal Udin ini adik ke-2ku. Apa aku tampak lebih muda ya&#8230;? imut2 gitu, hehe&#8230;.) Pertanyaan yang sering kudengar tentang tata urut saudara-saudara kandungku kalau aku muncul di kampung ini tepatnya di hadapan orang yang amat sangat jarang kutemui, mungkin dalam jangka waktu tahunan. Pertanyaan yang sering muncul sejak aku dan saudara-saudaraku jadi sorotan di kampung ini kurang lebih mulai 5 tahun lalu (Gayane, sok ngartis, haha).</p>
<p>Bapak ini berkisah tentang kisah sukses masa lalu keluargaku. Sebuah kisah yang sempat keluar dari ingatanku bahwa dulu kala pas aku masih SD atau TK bahkan, kakekku jadi juragan becak. Dengan tubuh tegapnya dan sorot matanya yang tajam, dia memenej beberapa becaknya (yg ktanya banyak bgt tp q g tau brapa pastinya, yg jelas g smp puluhan) agar tetap bisa mendatangkan penghasilan. Tapi entah itu berlangsung berapa lama, becak2 kakekku ini mulai berkurang yang akhirnya habis dan memilih untuk lebih fokus pada berdagang pisang dan kelapa di pasar bersama nenek. Gak nyangka juga ya ternyata kakekku punya jiwa wirausaha yang lebi maju daripada dia sekedar mengendarai becaknya sendiri. Sebuah kebanggaan yang membuat bertambahnya rasa sayangku bagaimanapun keadaan beliau sekarang, dalam tubuh rentanya, dalam kelemahan ingatan dan fisiknya. Karena aku tau dia sangat menyayangi kami, entah dengan apapun cara beliau menunjukkan kasih sayangnya itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=267&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/12/02/yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warisan</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/11/25/warisan/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/11/25/warisan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Semalam baca oplah baru berjudul Matradifa yang edisi pertama-nya mbahas tentang diabetes. Setelah membaca artikel demi artikel, sampailah aku pada paragraf yang membahas penyakit komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes melitus kronis. Komplikasi yang sangat &#8220;berkesan&#8221; adalah pembengkakan pada kaki yang bisa berujung pada amputasi (yang singgah di tubuh ibuku tapi beliau tidak mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=263&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semalam baca oplah baru berjudul Matradifa yang edisi pertama-nya mbahas tentang diabetes. Setelah membaca artikel demi artikel, sampailah aku pada paragraf yang membahas penyakit komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes melitus kronis. Komplikasi yang sangat &#8220;berkesan&#8221; adalah pembengkakan pada kaki yang bisa berujung pada amputasi (yang singgah di tubuh ibuku tapi beliau tidak mau amputasi) dan komplikasi yang lain adalah kebutaan (yang menyerang tubuh bapak sahabatku semasa kuliah). Keduanya kini sudah &#8220;sangat terbebas&#8221; dari berbagai penyakit semacam itu ^_^</p>
<p>Disitu juga dijelaskan bahwa diabetes ini pada umumnya adalah penyakit bawaan atawa warisan yang keluarga pengidap penyakit ini disebut <em>diabetisi</em> tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa menyerang orang baru yang pola makan dan aktivitasnya &#8220;sangat buruk&#8221;. Wadow, kudu ati2 ni biar peluang terserang penyakit ni nggak membesar.</p>
<p>Bicara tentang penyakit warisan, aku juga teringat pada penyakit warisan yang menyerang keluarga bapakku (keluargaku juga). Yaitu sakit Asma. Ter-waris-kannya penyakit ini sudah terbukti pada 5 generasi terakhir katanya (aku cuma menyaksikan 3 generasi). Kakekku, paklikku, dan adik pertamaku mengidapnya. Lantas? Seorang bos yang dah kuanggap sebagai bapak sendiri membuka mataku dari berbagai macam rasa ketakutan dengan mengatakan &#8220;Resiko terburuk dari semua warisan itu bisa dicegah dengan penanganan pengobatan yang tepat dan menjaga pola makan/hidup.&#8221;</p>
<p>Lalu, terpikir juga tentang &#8220;Apakah akan jadi nilai minus tersendiri ketika akan memperistri/mempersuami seorang yang kedua orang tuanya terenggut nyawanya karena dua jenis penyakit itu, meski saat ini tak nampak tapi punya peluang mewarisi?&#8221;. Hal ini terpikir ketika seorang Ustadz ingin mengenalkan seorang Jagoan padaku, hehe&#8230; Rasanya ingin bercerita banyak tentang latar belakang keluargaku sebelum melangkah terlalu jauh agar tak terjadi kekagetan dan kekecewaan di depan nanti.</p>
<p>Dengan ini, jadi ingin menyatakan mulai saat ini aku akan menjaga pola makan dan olah raga. Padaku dulu lalu menanamkan kebiasaan yang sama pada keluargaku khususnya adik-adikku. Jadi semakin ingin tinggal di rumah, memegang status sebagai kakak rumah tangga yang baik, cari kerja yg deket2 rumah. Semoga sukses dan lancar.</p>
<p>Hanya ingin mengungkap beberapa fakta untuk jadi semangat tersendiri agar bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Juga sebagai penilaian, pengalaman dan inspirasi tersendiri bagiku dan juga bagi teman-teman&#8230;</p>
<p>Terima kasih</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=263&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/11/25/warisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Ke Empat, Sebuah Kenangan</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/04/17/lelaki-ke-empat-sebuah-kenangan/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/04/17/lelaki-ke-empat-sebuah-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 03:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Kuambil sebuah mukenah untuk nenekku di kamar sebelah musholla keluarga. Kamar yang sudah bertahun-tahun tak kumasuki. Tatapanku terhenti pada sekumpulan foto di ujung dinding. Usai kuberikan mukenah pada nenekku, aku memasuki kamar itu lagi. Dua buah foto hitam putih berukuran 3R masing-masing terbingkai rapi pada sebuah pigora coklat. Mungkin foto ini diambil semasa SMP dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=260&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kuambil sebuah mukenah untuk nenekku di kamar sebelah musholla keluarga. Kamar yang sudah bertahun-tahun tak kumasuki. Tatapanku terhenti pada sekumpulan foto di ujung dinding. Usai kuberikan mukenah pada nenekku, aku memasuki kamar itu lagi. Dua buah foto hitam putih berukuran 3R masing-masing terbingkai rapi pada sebuah pigora coklat. Mungkin foto ini diambil semasa SMP dan SMAnya. Di antara dua foto itu terpajang sebuah ijazah yang menerangkan bahwa pemiliknya dengan nama Ach. Syafi&#8217;i telah berhasil menamatkan studi Al-Quran di Musholla Tarbiyatul Quran Al-Hidayah, Sukorejo, Situbondo mulai Februari 1989 sampai Juni 1991. Sebuah prestasi sangat mengagumkan bagi seorang pemuda dari desa pedalaman seperti ini, tentu pula membanggakan bagi orang tua, keluarga dan masyarakat sekitarnya.</p>
<p>Aku berpindah ke dinding sebelah lain. Banyak tempelan mulai dari poster Wali Songo dan berbagai macam ulama yang tak kukenal satu per satu. Di dinding bagian bawah, tertempel sebuah tulisan tangan di atas kertas. Isinya tentang pentingnya melakukan sholat lima waktu. Aku membacanya, dan sebuah pengetahuan lagi memasuki rongga otakku. <span id="more-260"></span></p>
<p>Kulangkahkan kaki menuju sebuah rak bambu yang terisi penuh oleh kitab-kitab dan Al-Quran yang mungkin usianya sudah puluhan tahun. Lembaran isi dalam kitab-kitab itu masih utuh meski covernya sudah tak ada lagi. Di tiap sekat rak bambu buatan sendiri itu tertulis &#8216;&#8230;santri perempuan&#8217; &#8216;&#8230;santri laki-laki&#8217; dan beberapa tulisan lain. Di sisi lain, ada seperangkat tape dan soundsystem yang tersimpan rapi dalam sebuah rak kayu buatan sendiri juga.</p>
<p>Aku menghela nafas panjang dalam ruangan ini. Ingatanku kembali pada serangkain peristiwa beberapa tahun lalu. Sejak pertama kali ke tempat ini, bangunan ini masih berasal dari rangkaian kayu dan bambu, kami menyebutnya &#8216;langgar&#8217;. Di sinilah keluarga besar kami melakukan sholat dan aktivitas spiritual lainnya. Tiap maghrib, langgar ini selalu dipenuhi anak-anak dan pemuda-pemudi yang mengaji. Dulu kakekku yang mengajar mereka. Aktivitas itu tetap berjalan lancar meski kondisi bangunan tak sebagus rumah-rumah para santrinya.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian, ayahku datang membawa hasil jerih payahnya dari negeri Jiran dan hasil pelayarannya di beberapa samudera. Entah bagaimana prosesnya, setibaku di sana setelah beberapa kali berganti tahun, langgar bambu itu sudah berubah menjadi bangunan dari tembok, terdiri dari dua ruangan, satu ruangan untuk sholat dan ngaji. Sedangkan ruang lainnya adalah kamar ayahku. Tentu saja bangunan baru ini membangkitkan semangat para santrinya untuk mengaji meski sebenarnya jumlah santri mengalami penurunan, tergerus jaman. Kondisi ini tak membuat kakekku turun semangat apalagi anak ketiganya, Syafi&#8217;i berhasil menamatkan sekolahnya.</p>
<p>Aktifitas di musholla itu tetap berlangsung meski satu per satu pengajarnya menghilang. Ayahku orang yang pertama meninggalkan mereka pada tahun 1997. Mungkin ayahku tak pernah turun tangan dalam mengajar santri-santri ini tapi setidaknya perjuangannya menjadikan ruangan ini lebih baik, cukup memberikan peran yang besar. Setahun kemudian, di susul oleh kakekku. Sejak itu, pamanku, syafi&#8217;i, seorang diri meneruskan. Untungnya masih ada cucu nenekku dari anak pertamanya (sepupu laki-lakiku) tadi yang bisa membantu. Dan seorang laki-laki lagi, suami sepupu perempuanku. Tapi mana bisa disangka, suami sepupu perempuanku akhirnya menyusul kakek dan ayahku sejak 3 tahun lalu.</p>
<p>Hal ini lah yang membuat perempuan-perempuan di rumah ini berjuang cukup keras. Nenekku dengan tubuh rentanya (tak sekedar tubuh tapi jiwanya juga rapuh menghadapi kehilangan tiga lelaki yang jadi sandarannya) tetap bertani dibantu oleh bibiku, anak pertamanya. Kondisi ini juga memaksa sepupu perempuanku mencari nafkah sebagai TKW di Malaysia, demi menganggung nafkah dua orang anaknya. Sejak berangkat lebih dari 2 tahun lalu, dia belum pulang sekalipun.</p>
<p>Jumat lalu aku mampir ke rumah ini setelah mendengar kabar bahwa nenekku sakit. Alhamdulillah, ketika aku sampai sana, nenekku sudah sembuh. Orang-orang di rumah inipun melakukan aktifitas seperti biasanya. Semua tampak sehat termasuk pamanku Syafii yang terakhir  kudengar bahwa penyakit asma-nya sering kumat.</p>
<p>Selasa lalu, sekitar pukul 10.30 aku sampai lagi di rumah ini. Lengang, tak seramai yang kuperkirakan, begitu pula yang kulihat di wajah nenekku. Kering. Itu satu kata yang bisa kugunakan untuk menggambarkan kondisiku dan kondisi nenekku. Tak setetes air matapun keluar dari mataku saat semalam aku ditelpon diperdengarkan berita duka ini, juga pada nenekku di siang ini. Mungkin kehilangan seperti ini sudah tak jadi hal luar biasa lagi bagi kami, meski di hati tetap menangis tapi tangis itu tak bisa memuncak sampai ke mata kami.</p>
<p>Pemakaman umum itu tepat berada di depan rumahku. Tentu saja seisi rumah dapat dengan mudah mengiringi pemakaman paman Syafi&#8217;i. Tapi aku tak tahu bahwa pagi tadi nenekku menangis dengan begitu hebatnya. Dia sempat meronta meminta agar dirinya diletakkan di liang kubur di bawah mayat putra ketiganya tersebut. Tak bisa kubayangkan luluh lantak hatinya saat melihat putra ketiganya, lelaki ke empat yang menjadi sandarannya juga mendahului dirinya. Astagfirullah. Aku sungguh iba.</p>
<p>Meski sudah tak ada air mata, aku bisa melihat lelah jiwa raga nenekku saat dia bercerita tentang kondisi terakhir paman syafi&#8217;i. Senin sore, asma pamanku ini kambuh. Akhirnya kakak perempuannya membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit, kondisinya bisa lebih baik. Sore itu juga, di atas tempat tidur di rumah sakit itu, paman Syafi&#8217;i membaca Al-Quran lantas bersholawat. Usainya, dengan tenang dia menghembuskan nafas terakhirnya. Sebuah akhir yang indah. Ini mungkin yang bisa membuat kami ikhlas. Akupun sebenarnya lega, dia telah mengakhiri penderitaannya yang mungkin hidupnya dalam tahun-tahun terkhir ini sangat berat, mulai dari sakit fisiknya juga tekanan psikologisnya menghadapi kegagalan-kegagalan dalam berumah tangga.</p>
<p>Paman Syafi&#8217;i tak meninggalkan apa-apa, tak ada istri juga anak. Dia meninggalkan ruangan penuh kitab dan Al-Quran itu, dan 20 santrinya yang membutuhkan penggantinya untuk melanjutkan pendidikan. Juga segenap cerita akan kebanggaan orang tuanya yang telah berhasil mendidik anaknya menjadi ustadz muda yang cukup bisa diperhitungkan perannya di masyarakat ini. Allah, apapun jalan yang dia tempuh semasa di dunia ini, itu tak lain adalah sebuah perjuangan untuk menemukanMu, maka dengan setulus hati, siapapun aku baginya dan apapun aku bagiMu, aku memohon tempatkanlah dia di tempat indah dan tenang di sisiMu.</p>
<p>Saat aku beranjak untuk meninggalkan rumah ini, nenekku sedang lelap dalam tidurnya, dia sangat kelelahan. Kubangunkan juga dia saat aku pamit beranjak dari rumah ini. Kucium tangannya dan kupanjatkan padaNya, Allah, dengan segala keterbatasanku, aku tak bisa ada di sampingnya untuk menguatkan hatinya dan menemaninya melalui hari-hari ke depan. Aku mohon, senantiasalah kesabaran dan kekuatan itu dilimpahkan padanya. Sebagai seorang ibu, seorang nenek yang telah ditempa begitu banyak cobaan maka mudahkanlah langkah jiwa raganya untuk menapaki hari-hari selanjutnya di jalanMu.</p>
<p>Pelajaran lain dari peristiwa ini, sebagai calon orang tua&#8230; Sebaik apapun kita mendidik anak-anak kita, seindah atau seburuk apapun hasilnya, sekeras apapun perjuangan yang telah dilalui, keikhlasan selayaknyalah senantiasa ada dalam setiap langkah. Karena, ujian itu bisa datang kapan saja dengan cara apa saja. Kadang kita sudah mendidik anak-anak kita dengan baik dan alhamdulillah hasilnya juga baik tapi Allah mengambil mereka lebih cepat. Atau kita sudah bersusah payah mendidik anak-anak kita tapi di usia dewasanya mereka sulit meraih kesuksesan dan pada akhirnya di masa tuapun kita tetap harus berjuang mati-matian demi menghidupi anak-anak dan cucu-cucu bahkan. Semua hal ini bisa terjadi, kita harus siap menghadapinya, mulai yang terindah dan terburuk. Itulah ujian bagi orang tua agar senantiasa tulus dalam mendidik anak-anaknya, tetap mondoakan yang terbaik bagaimapaun kondisi anak-anaknya, tetap berjuang demi sesuatu yang lebih baik dan senantiasa berserah diri padaNya.</p>
<p>Seni dalam hidup, seni dalam berumah tangga. ^_^ Tetaplah memandang semua itu sebagai bagian cerita yang membawa kita semua dalam kondisi hati yang lebih indah karena telah berhasil melalui cobaan berat yang jadi modal untuk naik pada tahap hidup selanjutnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=260&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/04/17/lelaki-ke-empat-sebuah-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Semalam di Madura</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/25/demi-semalam-di-madura/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/25/demi-semalam-di-madura/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 15:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Capek&#8230;? Jelas teman, tapi itu bukan alasan untuk menghentikan langkah setelah sepagi beres2 kamar, jaga rental, lantas ke jurusan meski pada akhirnya gak ketemu sama dosen yang dinanti. Lalu lintas di jalan gresik yang dipadati oleh sepeda motor dan sejenis truck gedhe2 plus ngantuk yang tak tertahan juga tak membuatku ingin berhenti menarik gas motor.
Nguantuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=255&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Capek&#8230;? Jelas teman, tapi itu bukan alasan untuk menghentikan langkah setelah sepagi beres2 kamar, jaga rental, lantas ke jurusan meski pada akhirnya gak ketemu sama dosen yang dinanti. Lalu lintas di jalan gresik yang dipadati oleh sepeda motor dan sejenis truck gedhe2 plus ngantuk yang tak tertahan juga tak membuatku ingin berhenti menarik gas motor.</p>
<p>Nguantuk pol, otomatis laju sepeda kuperlambat. Aku tersentak ketika sampe di pertigaan tandes hampir saja sesosok truck kuning menyerempetku&#8230; Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih Engkau telah memberikan teguran langsung padaku sebelum sesuatu yang bahaya benar2 terjadi&#8230; aku langsung gak ngantuk teman2, bahkan dalam perjalanan gresik-madura yang memakan waktu 2,5 jam.</p>
<p>Baru kali ini aku pulang malem, melalui jalan raya yang gelap dan sepi, juga melalui jalan menuju kampung halaman yang sangat gelap. Apalagi aspalnya juga tak semulus jalan raya lainnya. Aku turut merasakan suasana teman2 pramuka ITS yang pada 2 april 2004 silam mengunjungi rumahku yang di madura. Jalanan gelap di tengah sawah. Rada merinding juga sih&#8230;. apalagi adikku juga cerita tentang beberapa perampokan dan penampakan yang pernah terjadi di situ. Hi&#8230;</p>
<p>Sesampainya di rumah, tentu saja aku dan adikku disambut dg hangat krn emang dr td dah ditunggu, untung acara Maulid Nabi-nya belum dimulai so aku bisa melintas halaman rumah dengan hamparan tikar dan karpet yang belum diduduki seorangpun. Wei, aku seneng setelah beberapa bulan g menginjakkan kaki di tanah kelahiranku ini, apalagi Idul Adha kemaren aku gak kesini krn lagi bertugas di ujung barat laut negeri ini.</p>
<p>Seusai menyapa dan tebar pesona sejenak sama keluarga n tetangga2 yang ada di rumah, aku langsung menikmati ketenangan malam ini disini&#8230; (dengan tidur, hehehe) cz esok pagi dah tarik gas menuju Surabaya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=255&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/25/demi-semalam-di-madura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Cuma untuk Anak-anak</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/22/gak-cuma-untuk-anak-anak/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/22/gak-cuma-untuk-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 10:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi nongkrong di depan tipi sambil sarapan pecel tumpang n minum susu anget. Asyik dah&#8230; yang bikin lebih asyik, 2 hari ini aku nonton acara anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. Yang kemaren tentang Parkour dan hari ini tentang demokrasi dan beberapa pengetahuan lainnya .
Selama kurang lebih satu jam aku menikmati acara tersebut. Acara ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=249&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi-pagi nongkrong di depan tipi sambil sarapan pecel tumpang n minum susu anget. Asyik dah&#8230; yang bikin lebih asyik, 2 hari ini aku nonton acara anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. Yang kemaren tentang Parkour dan hari ini tentang demokrasi dan beberapa pengetahuan lainnya .</p>
<p>Selama kurang lebih satu jam aku menikmati acara tersebut. Acara ini diawali oleh gambar tentang kampanye2 parpol beberapa hari terakhir yang ternyata banyak melibatkan anak-anak (padahal katanya gak boleh ya&#8230;) Di bagian lain, menceritakan tentang pelajaran demokrasi di sebuah SD di Jakarta. Pemilihan presiden dan wapres untuk sekolah tersebut. Pesertanya adalah siswa kelas 5 yang kebetulan emang dah dapet pelajaran tentang pemilu. Learning by Doing nih&#8230;</p>
<p>Pelaksanaannya, siswa-siswi kelas ini dibagi dalam beberapa kelompok yang tentunya kelompok2 tsb adalah parpolnya. Tiap kelompok/parpol mencalonkan presiden dan wapresnya. Nah, sang pres n wa-nya juga kampanye loh&#8230; Lucu kampanyenya&#8230; &#8220;Kalo saya jadi presiden, saya akan mengusahakan semua kelasnya di pasang AC.&#8221; Wuih&#8230; Makin &#8216;warming&#8217; aja nih globalnya hehe&#8230; Calon yang laen juga gak mau kalah, &#8220;Nanti kalo saya jadi presiden di SD ini, fieldtrip-nya 2 kali dalam sebulan&#8221;, yup&#8230;ini baru asyik&#8230; ^_^ Asyik ya&#8230; coba semua sekolah mraktekin hal yang sama, pelajaran PPKn/PMP/Kewarganegaraan-nya jadi nggak membosankan.</p>
<p>Usai acara tersebut, masih ada acara anak lagi (berhubung ni hari minggu kawan, jadi acara anak melulu). Kali ini tentang anak2 yang lagi maen pasir di pantai. Biar mainnya gak sia2, datanglah seorang &#8220;profesor&#8221; membawa sebotol soda kue dan asam sitrat. Lantas, dibuatlah gunung mini dari pasir pantai tsb n terjadilah simulasi gunung meletus dengan menggunakan dua bahan yang dibawa profesor tadi.</p>
<p>Acara terakhir ni mengingatkan aku pada beberapa waktu lalu ketika aku dan beberapa temanku aktif dalam Science Kids Club. Ni perkumpulan anak muda (hehe&#8230;, temen2 kuliah maksudnye) yang cari rupiah lewat program science (semacem kegiatan yang memperagakan banyak ilmu alam dengan metode bermain, tepatnya dibuat kayak sulapan biar menarik). Jaman itu kami keliling dari sekolah ke sekolah untuk promosi sambil Show biar program ini bisa dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di tiap sekolah, tujuannya ya itu tadi biar science tuh gak membosankan n mudah dipahami. Sayangnya program ini bisa dibilang kurang sukses, bukan karena programnya gak menarik tapi karena personelnya pada ngilang n sibuk&#8230; kalo ada yang mo nerusin monggo deh, keren lho&#8230;</p>
<p>Eh, tapi menurutku, acara2 kayak gini gak cuma untuk anak-anak lho. Remaja atau bahkan orang tua perlu juga ngikutin. Biar bisa ngajarin anaknya nantinya&#8230; so gak terlalu bergantung sama guru/sekolah untuk perkembangan kecerdasan anaknya karena sebenarnya sekolah itu cuma sarana/pelengkap saja sedangkan pendidikan yang utama tetep ada di tangan orang tua. Setuju??!!</p>
<p>Lagian, kalo aku liat tadi pagi setelah aku ganti channel lain yang menyugukan acara2 yang notabene untuk remaja/dewasa, acara anak2 semacam ini lebih bermutu n lebih baik layak untuk ditonton dr pada acara infotainment yang beritanya sama melulu tiap hari ato bahkan terkesan cari-cari berita dengan membahas hal2 yang gak penting n acar reality show yang terkesan dibuat-buat dan mengedepankan emosi doank tanpa ada esensinya yang tentunya akan memberikan dampak buruk ketika penontonnya gak bisa &#8216;nyaring&#8217; tentang apa yang ditonton. Hm&#8230; begitulah kawan-kawan&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=249&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/22/gak-cuma-untuk-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Lagu, Dari Hati</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/21/dari-lagu-dari-hati/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/21/dari-lagu-dari-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 14:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Tak terlalu banyak kata yang bisa terungkap meski sederet kalimat bergejolak dalam hati. Menulis ini pun terilhami dari sebuah lagu yang tak sengaja kudengar yang melintas dan terhenti sejenak di ruang kosong hatiku&#8230;.
&#8220;Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku&#8230;.&#8221;
Sejenak merenung, menikmati gejolak lantas tersenyum kembali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=246&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak terlalu banyak kata yang bisa terungkap meski sederet kalimat bergejolak dalam hati. Menulis ini pun terilhami dari sebuah lagu yang tak sengaja kudengar yang melintas dan terhenti sejenak di ruang kosong hatiku&#8230;.</p>
<p>&#8220;Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku&#8230;.&#8221;</p>
<p>Sejenak merenung, menikmati gejolak lantas tersenyum kembali. Aku sudah berhasil melalui masa itu, sebuah masa yang begitu &#8216;memukul&#8217; tapi sungguh membuat aku sadar bahwa ada banyak hal yang harus aku perbaiki.</p>
<p>Terima kasih, sahabat&#8230; ^_^</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=246&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/21/dari-lagu-dari-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Met Idul Fitri</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/10/04/met-idul-fitri/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/10/04/met-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 04:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Buat semua yang berkunjung di blog ini (hehe&#8230;sok PD bakal ada yang berkunjung)&#8230; Saya atas nama yang punya blog ngucapin met idul fitri buat yang ngerayain n maaf lahir batin ya.. maaf bgt kalo ada pikir, perbuatan n kata ato kalimat (terutama dalam blog ini) yang kurang berkenan. Maafin ye&#8230;
      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=244&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Buat semua yang berkunjung di blog ini (hehe&#8230;sok PD bakal ada yang berkunjung)&#8230; Saya atas nama yang punya blog ngucapin met idul fitri buat yang ngerayain n maaf lahir batin ya.. maaf bgt kalo ada pikir, perbuatan n kata ato kalimat (terutama dalam blog ini) yang kurang berkenan. Maafin ye&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=244&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/10/04/met-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Film, Dari Hati</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/dari-film-dari-hati/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/dari-film-dari-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 03:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=228&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari latar saat adegan itu.</p>
<p>Kalo aku sendiri, yang sering aku tunggu adalah susunan kata mujarab yang bisa memotivasi atau menginspirasikan penonton untuk jadi lebih baik atau bahkan berubah. Seperti kalimat &#8220;Kita nggak akan pernah tau apa yang terjadi esok kalo hari ini kita menyerah.&#8221; di film LOVE, &#8220;Mereka tetap menghormati, mencintai dan mendoakan orang tuanya setiap hari meski tak pernah bertemu dan tak pernah mendapat restunya.&#8221; dari film kabhi kushi kabhi gham. Dari film Laskar Pelangi yang kutonton kemaren, kalimat yang masih sering terngiang di telinga sampe saat ini adalah kalimat yang diucapin oleh sang Bapak Kepala Sekolahnya Ikal yang intinya &#8220;jadilah manusia yang sebanyak-banyaknya memberi, bukan sebanyak-banyaknya meminta.&#8221; dan memang itulah bagian yang sangat mengesankan, KETULUSAN.<span id="more-228"></span></p>
<p>TULUS, mau memberi ya memberi saja, nggak peduli dia mau dapat imbalan ato nggak. Mau mencintai ya mencintai saja, nggak peduli akan mendapatkan balasan yang manis atau nggak atas cinta itu. Yang penting dia dah merasa senang bisa mengikuti kata hatinya untuk memberi dan mencintai dan merasa senang telah memperoleh dan mewujudkan anugerah besar dari Tuhan berupa rasa itu, toh kadang tak perlu alasan yang cukup logis bagi seseorang untuk bisa memberi dan mencintai karena keinginan itu dari HATI yang katanya emang susah disambungin ama logika. Selama ada keyakinan yang tertanam bahwa sebenarnya pemberian dan cintanya bisa memberikan dampak yang baik bagi orang-orang tertentu entah secara langsung atau tidak, maka lanjutkan saja.</p>
<p>Disarankan orang lain untuk berhenti memberi dan mencintai adalah salah satu hal yang sangat menusuk hati karena sebenarnya tak pernah ingin mengusaikannya meski kadang kita tak menemukan alasan logis untuk menolak saran tersebut. Banyak manusia yang setuju kalo rasa cinta itu nggak bisa dilogika, rasa itu adalah anugerah dari Tuhan. Lantas, jika memang begitu, sanggupkan kita menghentikannya begitu saja? Mau memaksa diri menghentikannya dan bersusah payah menghilangkannya padahal masih terasa banget? Lebih sulit daripada mahasiswa kere sepertiku disuruh cari uang 20 juta dalam waktu 3 bulan tuh&#8230; hehe&#8230;</p>
<p>Kadang terbesit di hati, kalau memang Tuhan masih menganugerahkannya, biarlah aku meneruskan rasa kasih dan cinta. Aku tak tahu mengapa Tuhan masih menganugerahkannya, entah untuk menyukseskan satu proyek saja,  entah agar aku terjaga dari cinta lain yang sembarangan, seadanya atau bahkan menyesatkan, entah untuk menjatuhkan lagi esok agar iman dan takwaku meningkat, untuk sekedar merasakan damainya agar semakin giat berkarya dan semakin bayak terinspirasi dari rasa yang beraneka ragam, entah untuk tinggal selamanya dengan orang yang dikasihi, untuk semuanya itu atau bahkan tidak untuk satupun dari yang telah tersebut di atas. Siapa yang tahu? Karena semuanya masih misteri, maka biarlah rasa kasih dan cinta itu terwujud selama itu tulus. Nikmati saja, tak usah menunggu apapun, cukuplah memberi dan mencintai selagi ada kesempatan dan selagi kita mampu.</p>
<p>Selanjutnya, masih dari film yang sama. Ada semangat dan keberanian . Luar biasa menginspirasikan, terutama untuk berani bermimpi dan PANTANG MENYERAH. Apapun yang orang katakan, yang orang ceritakan, orang cacikan, khawatirkan, kalo kita yakin ya jalani saja. Seburuk apapun ceritanya, entah itu kebenaran atau kebohongan yang dibuat agar kita menyerah, kadang tetap tak mampu membelokkan tekad sedangkan kita sendiri pun tak menemukan di titik mana kita harus menyerah. So, lanjutkan tekad pantang menyerah pada keadaan. Tentunya bukan keyakinan yang buta tapi disertai dengan berserah diri padaNya dan kesiapan menghadapi resiko yang mungkin timbul.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=228&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/dari-film-dari-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENIKAH&#8230;? (1)</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/menikah-1/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/menikah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 00:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Hayo&#8230; sapa yang mo nikah? Sapa yang nggak mo nikah? Hayo, hayo&#8230;. Hm, semalem tema ini dibahas saat ceramah abis sholat tarawih yang merupakan salah satu rangkaian acara buka bersama sama teman-teman Pramuka ITS. Awalnya sih yang dibahas tentang persaudaraan, nggak tau kenapa, topik-topik yang dibahas dipaksa sedemikian rupa, dikait-kaitkan antara yang satu ma yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=219&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hayo&#8230; sapa yang mo nikah? Sapa yang nggak mo nikah? Hayo, hayo&#8230;. Hm, semalem tema ini dibahas saat ceramah abis sholat tarawih yang merupakan salah satu rangkaian acara buka bersama sama teman-teman Pramuka ITS. Awalnya sih yang dibahas tentang persaudaraan, nggak tau kenapa, topik-topik yang dibahas dipaksa sedemikian rupa, dikait-kaitkan antara yang satu ma yang laennya dan akhirnya berujung pada kita2 ni para mahasiswa dan yang seusianya atau lebih yang masih lajang disaranin untuk nikah.</p>
<p>Ngomongin nikah, tentu nggak akan lepas dari kata jodoh. Banyak yang bilang, mo dipaksa nyari dan ngejar sampe manapun, kalo belum jodoh ya gak bakal ketemu. Kalo gitu, bisa jadi mo lari kemanapun jauhnya, mo menghindar sedemikian rupa, kalo dah Jodohnya ya tetep ketemu juga, hehe&#8230;.. Jodoh di sini gak sekedar orangnya aja tapi juga ada variabel waktu. Bisa jadi jodoh kita tu orang yang ada di deket kita saat ini, temen SD kek, temen maen pas jaman &#8216;umbelen&#8217; dulu kek ato sobat sendiri tapi waktunya belum diijinin sama Tuhan&#8230;ya belum jodoh juga toh&#8230;<span id="more-219"></span></p>
<p>Nah&#8230; gimana cara dapetin jodoh? Lha, di sini aku juga gak punya tipsnya, hehe&#8230; Cuma sekedar mo sedikit melonggarkan pikiran dari hal semacam ini yang kadang atau bahkan sering menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang wanita seusia aku. Kapan nikah dah jadi kebutuhan? Kapan kita dah harus bekerja keras cari tuh yang namanya jodoh? (Eh, sebenarnya perlu dicari gak seh?) Kapan ya? Kadang dilema juga&#8230; pas kita merasa dah butuh, eh ternyata orang tua masih menginginkan kita sukses di bidang lain dulu. Kadang pas kita lagi ogah mikir itu, eh orang tua malah ngebet. Jadi bunging toh?? Terus gimana donk solusinya? Nggak tau juga&#8230; mending gak usah dipikir dulu, nyelesein kewajiban yang ada dulu ato kalo dah gak ada kewajiban lagi ya cari kesibukan lain aja. Lah kalo dah gak ada kesibukan lain yang penting&#8230; ya emang udah waktunya nyari kalee&#8230;</p>
<p>Hm&#8230; urusan gini sih tergantung pribadinya yang ngadepin masalah. Silang pendapat ma ortu mah sah-sah aja terjadi, namanya juga beda orang, beda otak, beda pengalaman&#8230; tergantung gimana kita nglobinya. Dicari jalan tengah ato salah satu pihak harus bersedia mengalah tentunya dengan penjelasan yang bikin kedua belah pihak bisa lega atinya, nggak sampe bikin ortu mangkel apalagi dikutuk kayak malin kundang (hi&#8230;), intinya ingatlah ortu sudah sedemikian rupa berkorban buat kita, jangan sampe nyakitin atinya banget. Ya&#8230; jalan keluar sementara ya ngomong baek-baek tentang apa yang sebenarnya kita inginkan. Itu sih pelajaran yang aku dapetin dari beberapa peristiwa serupa. Masalah apapun nggak akan berakhir kalo kita cuman diem aja,  begitu salah seorang temanku mengingatkan aku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=219&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/menikah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>