<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>NuHa.Art</title>
	<atom:link href="http://nuha85.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuha85.wordpress.com</link>
	<description>Lihat, Dengar, Rasakan, lalu Tulis.....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2009 03:38:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nuha85.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/94f567494d1c21300f551e50dc90c696?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>NuHa.Art</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Lelaki Ke Empat, Sebuah Kenangan</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/04/17/lelaki-ke-empat-sebuah-kenangan/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/04/17/lelaki-ke-empat-sebuah-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 03:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Kuambil sebuah mukenah untuk nenekku di kamar sebelah musholla keluarga. Kamar yang sudah bertahun-tahun tak kumasuki. Tatapanku terhenti pada sekumpulan foto di ujung dinding. Usai kuberikan mukenah pada nenekku, aku memasuki kamar itu lagi. Dua buah foto hitam putih berukuran 3R masing-masing terbingkai rapi pada sebuah pigora coklat. Mungkin foto ini diambil semasa SMP dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=260&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kuambil sebuah mukenah untuk nenekku di kamar sebelah musholla keluarga. Kamar yang sudah bertahun-tahun tak kumasuki. Tatapanku terhenti pada sekumpulan foto di ujung dinding. Usai kuberikan mukenah pada nenekku, aku memasuki kamar itu lagi. Dua buah foto hitam putih berukuran 3R masing-masing terbingkai rapi pada sebuah pigora coklat. Mungkin foto ini diambil semasa SMP dan SMAnya. Di antara dua foto itu terpajang sebuah ijazah yang menerangkan bahwa pemiliknya dengan nama Ach. Syafi&#8217;i telah berhasil menamatkan studi Al-Quran di Musholla Tarbiyatul Quran Al-Hidayah, Sukorejo, Situbondo mulai Februari 1989 sampai Juni 1991. Sebuah prestasi sangat mengagumkan bagi seorang pemuda dari desa pedalaman seperti ini, tentu pula membanggakan bagi orang tua, keluarga dan masyarakat sekitarnya.</p>
<p>Aku berpindah ke dinding sebelah lain. Banyak tempelan mulai dari poster Wali Songo dan berbagai macam ulama yang tak kukenal satu per satu. Di dinding bagian bawah, tertempel sebuah tulisan tangan di atas kertas. Isinya tentang pentingnya melakukan sholat lima waktu. Aku membacanya, dan sebuah pengetahuan lagi memasuki rongga otakku. <span id="more-260"></span></p>
<p>Kulangkahkan kaki menuju sebuah rak bambu yang terisi penuh oleh kitab-kitab dan Al-Quran yang mungkin usianya sudah puluhan tahun. Lembaran isi dalam kitab-kitab itu masih utuh meski covernya sudah tak ada lagi. Di tiap sekat rak bambu buatan sendiri itu tertulis &#8216;&#8230;santri perempuan&#8217; &#8216;&#8230;santri laki-laki&#8217; dan beberapa tulisan lain. Di sisi lain, ada seperangkat tape dan soundsystem yang tersimpan rapi dalam sebuah rak kayu buatan sendiri juga.</p>
<p>Aku menghela nafas panjang dalam ruangan ini. Ingatanku kembali pada serangkain peristiwa beberapa tahun lalu. Sejak pertama kali ke tempat ini, bangunan ini masih berasal dari rangkaian kayu dan bambu, kami menyebutnya &#8216;langgar&#8217;. Di sinilah keluarga besar kami melakukan sholat dan aktivitas spiritual lainnya. Tiap maghrib, langgar ini selalu dipenuhi anak-anak dan pemuda-pemudi yang mengaji. Dulu kakekku yang mengajar mereka. Aktivitas itu tetap berjalan lancar meski kondisi bangunan tak sebagus rumah-rumah para santrinya.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian, ayahku datang membawa hasil jerih payahnya dari negeri Jiran dan hasil pelayarannya di beberapa samudera. Entah bagaimana prosesnya, setibaku di sana setelah beberapa kali berganti tahun, langgar bambu itu sudah berubah menjadi bangunan dari tembok, terdiri dari dua ruangan, satu ruangan untuk sholat dan ngaji. Sedangkan ruang lainnya adalah kamar ayahku. Tentu saja bangunan baru ini membangkitkan semangat para santrinya untuk mengaji meski sebenarnya jumlah santri mengalami penurunan, tergerus jaman. Kondisi ini tak membuat kakekku turun semangat apalagi anak ketiganya, Syafi&#8217;i berhasil menamatkan sekolahnya.</p>
<p>Aktifitas di musholla itu tetap berlangsung meski satu per satu pengajarnya menghilang. Ayahku orang yang pertama meninggalkan mereka pada tahun 1997. Mungkin ayahku tak pernah turun tangan dalam mengajar santri-santri ini tapi setidaknya perjuangannya menjadikan ruangan ini lebih baik, cukup memberikan peran yang besar. Setahun kemudian, di susul oleh kakekku. Sejak itu, pamanku, syafi&#8217;i, seorang diri meneruskan. Untungnya masih ada cucu nenekku dari anak pertamanya (sepupu laki-lakiku) tadi yang bisa membantu. Dan seorang laki-laki lagi, suami sepupu perempuanku. Tapi mana bisa disangka, suami sepupu perempuanku akhirnya menyusul kakek dan ayahku sejak 3 tahun lalu.</p>
<p>Hal ini lah yang membuat perempuan-perempuan di rumah ini berjuang cukup keras. Nenekku dengan tubuh rentanya (tak sekedar tubuh tapi jiwanya juga rapuh menghadapi kehilangan tiga lelaki yang jadi sandarannya) tetap bertani dibantu oleh bibiku, anak pertamanya. Kondisi ini juga memaksa sepupu perempuanku mencari nafkah sebagai TKW di Malaysia, demi menganggung nafkah dua orang anaknya. Sejak berangkat lebih dari 2 tahun lalu, dia belum pulang sekalipun.</p>
<p>Jumat lalu aku mampir ke rumah ini setelah mendengar kabar bahwa nenekku sakit. Alhamdulillah, ketika aku sampai sana, nenekku sudah sembuh. Orang-orang di rumah inipun melakukan aktifitas seperti biasanya. Semua tampak sehat termasuk pamanku Syafii yang terakhir  kudengar bahwa penyakit asma-nya sering kumat.</p>
<p>Selasa lalu, sekitar pukul 10.30 aku sampai lagi di rumah ini. Lengang, tak seramai yang kuperkirakan, begitu pula yang kulihat di wajah nenekku. Kering. Itu satu kata yang bisa kugunakan untuk menggambarkan kondisiku dan kondisi nenekku. Tak setetes air matapun keluar dari mataku saat semalam aku ditelpon diperdengarkan berita duka ini, juga pada nenekku di siang ini. Mungkin kehilangan seperti ini sudah tak jadi hal luar biasa lagi bagi kami, meski di hati tetap menangis tapi tangis itu tak bisa memuncak sampai ke mata kami.</p>
<p>Pemakaman umum itu tepat berada di depan rumahku. Tentu saja seisi rumah dapat dengan mudah mengiringi pemakaman paman Syafi&#8217;i. Tapi aku tak tahu bahwa pagi tadi nenekku menangis dengan begitu hebatnya. Dia sempat meronta meminta agar dirinya diletakkan di liang kubur di bawah mayat putra ketiganya tersebut. Tak bisa kubayangkan luluh lantak hatinya saat melihat putra ketiganya, lelaki ke empat yang menjadi sandarannya juga mendahului dirinya. Astagfirullah. Aku sungguh iba.</p>
<p>Meski sudah tak ada air mata, aku bisa melihat lelah jiwa raga nenekku saat dia bercerita tentang kondisi terakhir paman syafi&#8217;i. Senin sore, asma pamanku ini kambuh. Akhirnya kakak perempuannya membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit, kondisinya bisa lebih baik. Sore itu juga, di atas tempat tidur di rumah sakit itu, paman Syafi&#8217;i membaca Al-Quran lantas bersholawat. Usainya, dengan tenang dia menghembuskan nafas terakhirnya. Sebuah akhir yang indah. Ini mungkin yang bisa membuat kami ikhlas. Akupun sebenarnya lega, dia telah mengakhiri penderitaannya yang mungkin hidupnya dalam tahun-tahun terkhir ini sangat berat, mulai dari sakit fisiknya juga tekanan psikologisnya menghadapi kegagalan-kegagalan dalam berumah tangga.</p>
<p>Paman Syafi&#8217;i tak meninggalkan apa-apa, tak ada istri juga anak. Dia meninggalkan ruangan penuh kitab dan Al-Quran itu, dan 20 santrinya yang membutuhkan penggantinya untuk melanjutkan pendidikan. Juga segenap cerita akan kebanggaan orang tuanya yang telah berhasil mendidik anaknya menjadi ustadz muda yang cukup bisa diperhitungkan perannya di masyarakat ini. Allah, apapun jalan yang dia tempuh semasa di dunia ini, itu tak lain adalah sebuah perjuangan untuk menemukanMu, maka dengan setulus hati, siapapun aku baginya dan apapun aku bagiMu, aku memohon tempatkanlah dia di tempat indah dan tenang di sisiMu.</p>
<p>Saat aku beranjak untuk meninggalkan rumah ini, nenekku sedang lelap dalam tidurnya, dia sangat kelelahan. Kubangunkan juga dia saat aku pamit beranjak dari rumah ini. Kucium tangannya dan kupanjatkan padaNya, Allah, dengan segala keterbatasanku, aku tak bisa ada di sampingnya untuk menguatkan hatinya dan menemaninya melalui hari-hari ke depan. Aku mohon, senantiasalah kesabaran dan kekuatan itu dilimpahkan padanya. Sebagai seorang ibu, seorang nenek yang telah ditempa begitu banyak cobaan maka mudahkanlah langkah jiwa raganya untuk menapaki hari-hari selanjutnya di jalanMu.</p>
<p>Pelajaran lain dari peristiwa ini, sebagai calon orang tua&#8230; Sebaik apapun kita mendidik anak-anak kita, seindah atau seburuk apapun hasilnya, sekeras apapun perjuangan yang telah dilalui, keikhlasan selayaknyalah senantiasa ada dalam setiap langkah. Karena, ujian itu bisa datang kapan saja dengan cara apa saja. Kadang kita sudah mendidik anak-anak kita dengan baik dan alhamdulillah hasilnya juga baik tapi Allah mengambil mereka lebih cepat. Atau kita sudah bersusah payah mendidik anak-anak kita tapi di usia dewasanya mereka sulit meraih kesuksesan dan pada akhirnya di masa tuapun kita tetap harus berjuang mati-matian demi menghidupi anak-anak dan cucu-cucu bahkan. Semua hal ini bisa terjadi, kita harus siap menghadapinya, mulai yang terindah dan terburuk. Itulah ujian bagi orang tua agar senantiasa tulus dalam mendidik anak-anaknya, tetap mondoakan yang terbaik bagaimapaun kondisi anak-anaknya, tetap berjuang demi sesuatu yang lebih baik dan senantiasa berserah diri padaNya.</p>
<p>Seni dalam hidup, seni dalam berumah tangga. ^_^ Tetaplah memandang semua itu sebagai bagian cerita yang membawa kita semua dalam kondisi hati yang lebih indah karena telah berhasil melalui cobaan berat yang jadi modal untuk naik pada tahap hidup selanjutnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=260&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/04/17/lelaki-ke-empat-sebuah-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demi Semalam di Madura</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/25/demi-semalam-di-madura/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/25/demi-semalam-di-madura/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 15:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Capek&#8230;? Jelas teman, tapi itu bukan alasan untuk menghentikan langkah setelah sepagi beres2 kamar, jaga rental, lantas ke jurusan meski pada akhirnya gak ketemu sama dosen yang dinanti. Lalu lintas di jalan gresik yang dipadati oleh sepeda motor dan sejenis truck gedhe2 plus ngantuk yang tak tertahan juga tak membuatku ingin berhenti menarik gas motor.
Nguantuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=255&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Capek&#8230;? Jelas teman, tapi itu bukan alasan untuk menghentikan langkah setelah sepagi beres2 kamar, jaga rental, lantas ke jurusan meski pada akhirnya gak ketemu sama dosen yang dinanti. Lalu lintas di jalan gresik yang dipadati oleh sepeda motor dan sejenis truck gedhe2 plus ngantuk yang tak tertahan juga tak membuatku ingin berhenti menarik gas motor.</p>
<p>Nguantuk pol, otomatis laju sepeda kuperlambat. Aku tersentak ketika sampe di pertigaan tandes hampir saja sesosok truck kuning menyerempetku&#8230; Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih Engkau telah memberikan teguran langsung padaku sebelum sesuatu yang bahaya benar2 terjadi&#8230; aku langsung gak ngantuk teman2, bahkan dalam perjalanan gresik-madura yang memakan waktu 2,5 jam.</p>
<p>Baru kali ini aku pulang malem, melalui jalan raya yang gelap dan sepi, juga melalui jalan menuju kampung halaman yang sangat gelap. Apalagi aspalnya juga tak semulus jalan raya lainnya. Aku turut merasakan suasana teman2 pramuka ITS yang pada 2 april 2004 silam mengunjungi rumahku yang di madura. Jalanan gelap di tengah sawah. Rada merinding juga sih&#8230;. apalagi adikku juga cerita tentang beberapa perampokan dan penampakan yang pernah terjadi di situ. Hi&#8230;</p>
<p>Sesampainya di rumah, tentu saja aku dan adikku disambut dg hangat krn emang dr td dah ditunggu, untung acara Maulid Nabi-nya belum dimulai so aku bisa melintas halaman rumah dengan hamparan tikar dan karpet yang belum diduduki seorangpun. Wei, aku seneng setelah beberapa bulan g menginjakkan kaki di tanah kelahiranku ini, apalagi Idul Adha kemaren aku gak kesini krn lagi bertugas di ujung barat laut negeri ini.</p>
<p>Seusai menyapa dan tebar pesona sejenak sama keluarga n tetangga2 yang ada di rumah, aku langsung menikmati ketenangan malam ini disini&#8230; (dengan tidur, hehehe) cz esok pagi dah tarik gas menuju Surabaya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=255&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/25/demi-semalam-di-madura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Cuma untuk Anak-anak</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/22/gak-cuma-untuk-anak-anak/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/22/gak-cuma-untuk-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 10:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi nongkrong di depan tipi sambil sarapan pecel tumpang n minum susu anget. Asyik dah&#8230; yang bikin lebih asyik, 2 hari ini aku nonton acara anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. Yang kemaren tentang Parkour dan hari ini tentang demokrasi dan beberapa pengetahuan lainnya .
Selama kurang lebih satu jam aku menikmati acara tersebut. Acara ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=249&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi-pagi nongkrong di depan tipi sambil sarapan pecel tumpang n minum susu anget. Asyik dah&#8230; yang bikin lebih asyik, 2 hari ini aku nonton acara anak-anak di sebuah stasiun televisi swasta. Yang kemaren tentang Parkour dan hari ini tentang demokrasi dan beberapa pengetahuan lainnya .</p>
<p>Selama kurang lebih satu jam aku menikmati acara tersebut. Acara ini diawali oleh gambar tentang kampanye2 parpol beberapa hari terakhir yang ternyata banyak melibatkan anak-anak (padahal katanya gak boleh ya&#8230;) Di bagian lain, menceritakan tentang pelajaran demokrasi di sebuah SD di Jakarta. Pemilihan presiden dan wapres untuk sekolah tersebut. Pesertanya adalah siswa kelas 5 yang kebetulan emang dah dapet pelajaran tentang pemilu. Learning by Doing nih&#8230;</p>
<p>Pelaksanaannya, siswa-siswi kelas ini dibagi dalam beberapa kelompok yang tentunya kelompok2 tsb adalah parpolnya. Tiap kelompok/parpol mencalonkan presiden dan wapresnya. Nah, sang pres n wa-nya juga kampanye loh&#8230; Lucu kampanyenya&#8230; &#8220;Kalo saya jadi presiden, saya akan mengusahakan semua kelasnya di pasang AC.&#8221; Wuih&#8230; Makin &#8216;warming&#8217; aja nih globalnya hehe&#8230; Calon yang laen juga gak mau kalah, &#8220;Nanti kalo saya jadi presiden di SD ini, fieldtrip-nya 2 kali dalam sebulan&#8221;, yup&#8230;ini baru asyik&#8230; ^_^ Asyik ya&#8230; coba semua sekolah mraktekin hal yang sama, pelajaran PPKn/PMP/Kewarganegaraan-nya jadi nggak membosankan.</p>
<p>Usai acara tersebut, masih ada acara anak lagi (berhubung ni hari minggu kawan, jadi acara anak melulu). Kali ini tentang anak2 yang lagi maen pasir di pantai. Biar mainnya gak sia2, datanglah seorang &#8220;profesor&#8221; membawa sebotol soda kue dan asam sitrat. Lantas, dibuatlah gunung mini dari pasir pantai tsb n terjadilah simulasi gunung meletus dengan menggunakan dua bahan yang dibawa profesor tadi.</p>
<p>Acara terakhir ni mengingatkan aku pada beberapa waktu lalu ketika aku dan beberapa temanku aktif dalam Science Kids Club. Ni perkumpulan anak muda (hehe&#8230;, temen2 kuliah maksudnye) yang cari rupiah lewat program science (semacem kegiatan yang memperagakan banyak ilmu alam dengan metode bermain, tepatnya dibuat kayak sulapan biar menarik). Jaman itu kami keliling dari sekolah ke sekolah untuk promosi sambil Show biar program ini bisa dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di tiap sekolah, tujuannya ya itu tadi biar science tuh gak membosankan n mudah dipahami. Sayangnya program ini bisa dibilang kurang sukses, bukan karena programnya gak menarik tapi karena personelnya pada ngilang n sibuk&#8230; kalo ada yang mo nerusin monggo deh, keren lho&#8230;</p>
<p>Eh, tapi menurutku, acara2 kayak gini gak cuma untuk anak-anak lho. Remaja atau bahkan orang tua perlu juga ngikutin. Biar bisa ngajarin anaknya nantinya&#8230; so gak terlalu bergantung sama guru/sekolah untuk perkembangan kecerdasan anaknya karena sebenarnya sekolah itu cuma sarana/pelengkap saja sedangkan pendidikan yang utama tetep ada di tangan orang tua. Setuju??!!</p>
<p>Lagian, kalo aku liat tadi pagi setelah aku ganti channel lain yang menyugukan acara2 yang notabene untuk remaja/dewasa, acara anak2 semacam ini lebih bermutu n lebih baik layak untuk ditonton dr pada acara infotainment yang beritanya sama melulu tiap hari ato bahkan terkesan cari-cari berita dengan membahas hal2 yang gak penting n acar reality show yang terkesan dibuat-buat dan mengedepankan emosi doank tanpa ada esensinya yang tentunya akan memberikan dampak buruk ketika penontonnya gak bisa &#8216;nyaring&#8217; tentang apa yang ditonton. Hm&#8230; begitulah kawan-kawan&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=249&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/22/gak-cuma-untuk-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Lagu, Dari Hati</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/21/dari-lagu-dari-hati/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/21/dari-lagu-dari-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 14:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Tak terlalu banyak kata yang bisa terungkap meski sederet kalimat bergejolak dalam hati. Menulis ini pun terilhami dari sebuah lagu yang tak sengaja kudengar yang melintas dan terhenti sejenak di ruang kosong hatiku&#8230;.
&#8220;Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku&#8230;.&#8221;
Sejenak merenung, menikmati gejolak lantas tersenyum kembali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=246&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak terlalu banyak kata yang bisa terungkap meski sederet kalimat bergejolak dalam hati. Menulis ini pun terilhami dari sebuah lagu yang tak sengaja kudengar yang melintas dan terhenti sejenak di ruang kosong hatiku&#8230;.</p>
<p>&#8220;Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku&#8230;.&#8221;</p>
<p>Sejenak merenung, menikmati gejolak lantas tersenyum kembali. Aku sudah berhasil melalui masa itu, sebuah masa yang begitu &#8216;memukul&#8217; tapi sungguh membuat aku sadar bahwa ada banyak hal yang harus aku perbaiki.</p>
<p>Terima kasih, sahabat&#8230; ^_^</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=246&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2009/03/21/dari-lagu-dari-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Met Idul Fitri</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/10/04/met-idul-fitri/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/10/04/met-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 04:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Buat semua yang berkunjung di blog ini (hehe&#8230;sok PD bakal ada yang berkunjung)&#8230; Saya atas nama yang punya blog ngucapin met idul fitri buat yang ngerayain n maaf lahir batin ya.. maaf bgt kalo ada pikir, perbuatan n kata ato kalimat (terutama dalam blog ini) yang kurang berkenan. Maafin ye&#8230;
      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=244&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Buat semua yang berkunjung di blog ini (hehe&#8230;sok PD bakal ada yang berkunjung)&#8230; Saya atas nama yang punya blog ngucapin met idul fitri buat yang ngerayain n maaf lahir batin ya.. maaf bgt kalo ada pikir, perbuatan n kata ato kalimat (terutama dalam blog ini) yang kurang berkenan. Maafin ye&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=244&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/10/04/met-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Film, Dari Hati</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/dari-film-dari-hati/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/dari-film-dari-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 03:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=228&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa sih yang orang tunggu-tunggu saat nonton film? Adegan perang, adegan romantis, adegan dramatis yang sampe bikin nangis ato malah tingkah-tingkah lucu? Macem-macem, kesukaan tiap orang beda-beda, pun pelajaran yang diambil dari sebuah film. Dari satu adegan saja, kita bisa mengambil kesan dan memaknakan berbeda, entah dilihat dari mimik pelaku, dari tingkah, kata atau dari latar saat adegan itu.</p>
<p>Kalo aku sendiri, yang sering aku tunggu adalah susunan kata mujarab yang bisa memotivasi atau menginspirasikan penonton untuk jadi lebih baik atau bahkan berubah. Seperti kalimat &#8220;Kita nggak akan pernah tau apa yang terjadi esok kalo hari ini kita menyerah.&#8221; di film LOVE, &#8220;Mereka tetap menghormati, mencintai dan mendoakan orang tuanya setiap hari meski tak pernah bertemu dan tak pernah mendapat restunya.&#8221; dari film kabhi kushi kabhi gham. Dari film Laskar Pelangi yang kutonton kemaren, kalimat yang masih sering terngiang di telinga sampe saat ini adalah kalimat yang diucapin oleh sang Bapak Kepala Sekolahnya Ikal yang intinya &#8220;jadilah manusia yang sebanyak-banyaknya memberi, bukan sebanyak-banyaknya meminta.&#8221; dan memang itulah bagian yang sangat mengesankan, KETULUSAN.<span id="more-228"></span></p>
<p>TULUS, mau memberi ya memberi saja, nggak peduli dia mau dapat imbalan ato nggak. Mau mencintai ya mencintai saja, nggak peduli akan mendapatkan balasan yang manis atau nggak atas cinta itu. Yang penting dia dah merasa senang bisa mengikuti kata hatinya untuk memberi dan mencintai dan merasa senang telah memperoleh dan mewujudkan anugerah besar dari Tuhan berupa rasa itu, toh kadang tak perlu alasan yang cukup logis bagi seseorang untuk bisa memberi dan mencintai karena keinginan itu dari HATI yang katanya emang susah disambungin ama logika. Selama ada keyakinan yang tertanam bahwa sebenarnya pemberian dan cintanya bisa memberikan dampak yang baik bagi orang-orang tertentu entah secara langsung atau tidak, maka lanjutkan saja.</p>
<p>Disarankan orang lain untuk berhenti memberi dan mencintai adalah salah satu hal yang sangat menusuk hati karena sebenarnya tak pernah ingin mengusaikannya meski kadang kita tak menemukan alasan logis untuk menolak saran tersebut. Banyak manusia yang setuju kalo rasa cinta itu nggak bisa dilogika, rasa itu adalah anugerah dari Tuhan. Lantas, jika memang begitu, sanggupkan kita menghentikannya begitu saja? Mau memaksa diri menghentikannya dan bersusah payah menghilangkannya padahal masih terasa banget? Lebih sulit daripada mahasiswa kere sepertiku disuruh cari uang 20 juta dalam waktu 3 bulan tuh&#8230; hehe&#8230;</p>
<p>Kadang terbesit di hati, kalau memang Tuhan masih menganugerahkannya, biarlah aku meneruskan rasa kasih dan cinta. Aku tak tahu mengapa Tuhan masih menganugerahkannya, entah untuk menyukseskan satu proyek saja,  entah agar aku terjaga dari cinta lain yang sembarangan, seadanya atau bahkan menyesatkan, entah untuk menjatuhkan lagi esok agar iman dan takwaku meningkat, untuk sekedar merasakan damainya agar semakin giat berkarya dan semakin bayak terinspirasi dari rasa yang beraneka ragam, entah untuk tinggal selamanya dengan orang yang dikasihi, untuk semuanya itu atau bahkan tidak untuk satupun dari yang telah tersebut di atas. Siapa yang tahu? Karena semuanya masih misteri, maka biarlah rasa kasih dan cinta itu terwujud selama itu tulus. Nikmati saja, tak usah menunggu apapun, cukuplah memberi dan mencintai selagi ada kesempatan dan selagi kita mampu.</p>
<p>Selanjutnya, masih dari film yang sama. Ada semangat dan keberanian . Luar biasa menginspirasikan, terutama untuk berani bermimpi dan PANTANG MENYERAH. Apapun yang orang katakan, yang orang ceritakan, orang cacikan, khawatirkan, kalo kita yakin ya jalani saja. Seburuk apapun ceritanya, entah itu kebenaran atau kebohongan yang dibuat agar kita menyerah, kadang tetap tak mampu membelokkan tekad sedangkan kita sendiri pun tak menemukan di titik mana kita harus menyerah. So, lanjutkan tekad pantang menyerah pada keadaan. Tentunya bukan keyakinan yang buta tapi disertai dengan berserah diri padaNya dan kesiapan menghadapi resiko yang mungkin timbul.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=228&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/dari-film-dari-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENIKAH&#8230;? (1)</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/menikah-1/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/menikah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 00:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Hayo&#8230; sapa yang mo nikah? Sapa yang nggak mo nikah? Hayo, hayo&#8230;. Hm, semalem tema ini dibahas saat ceramah abis sholat tarawih yang merupakan salah satu rangkaian acara buka bersama sama teman-teman Pramuka ITS. Awalnya sih yang dibahas tentang persaudaraan, nggak tau kenapa, topik-topik yang dibahas dipaksa sedemikian rupa, dikait-kaitkan antara yang satu ma yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=219&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hayo&#8230; sapa yang mo nikah? Sapa yang nggak mo nikah? Hayo, hayo&#8230;. Hm, semalem tema ini dibahas saat ceramah abis sholat tarawih yang merupakan salah satu rangkaian acara buka bersama sama teman-teman Pramuka ITS. Awalnya sih yang dibahas tentang persaudaraan, nggak tau kenapa, topik-topik yang dibahas dipaksa sedemikian rupa, dikait-kaitkan antara yang satu ma yang laennya dan akhirnya berujung pada kita2 ni para mahasiswa dan yang seusianya atau lebih yang masih lajang disaranin untuk nikah.</p>
<p>Ngomongin nikah, tentu nggak akan lepas dari kata jodoh. Banyak yang bilang, mo dipaksa nyari dan ngejar sampe manapun, kalo belum jodoh ya gak bakal ketemu. Kalo gitu, bisa jadi mo lari kemanapun jauhnya, mo menghindar sedemikian rupa, kalo dah Jodohnya ya tetep ketemu juga, hehe&#8230;.. Jodoh di sini gak sekedar orangnya aja tapi juga ada variabel waktu. Bisa jadi jodoh kita tu orang yang ada di deket kita saat ini, temen SD kek, temen maen pas jaman &#8216;umbelen&#8217; dulu kek ato sobat sendiri tapi waktunya belum diijinin sama Tuhan&#8230;ya belum jodoh juga toh&#8230;<span id="more-219"></span></p>
<p>Nah&#8230; gimana cara dapetin jodoh? Lha, di sini aku juga gak punya tipsnya, hehe&#8230; Cuma sekedar mo sedikit melonggarkan pikiran dari hal semacam ini yang kadang atau bahkan sering menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang wanita seusia aku. Kapan nikah dah jadi kebutuhan? Kapan kita dah harus bekerja keras cari tuh yang namanya jodoh? (Eh, sebenarnya perlu dicari gak seh?) Kapan ya? Kadang dilema juga&#8230; pas kita merasa dah butuh, eh ternyata orang tua masih menginginkan kita sukses di bidang lain dulu. Kadang pas kita lagi ogah mikir itu, eh orang tua malah ngebet. Jadi bunging toh?? Terus gimana donk solusinya? Nggak tau juga&#8230; mending gak usah dipikir dulu, nyelesein kewajiban yang ada dulu ato kalo dah gak ada kewajiban lagi ya cari kesibukan lain aja. Lah kalo dah gak ada kesibukan lain yang penting&#8230; ya emang udah waktunya nyari kalee&#8230;</p>
<p>Hm&#8230; urusan gini sih tergantung pribadinya yang ngadepin masalah. Silang pendapat ma ortu mah sah-sah aja terjadi, namanya juga beda orang, beda otak, beda pengalaman&#8230; tergantung gimana kita nglobinya. Dicari jalan tengah ato salah satu pihak harus bersedia mengalah tentunya dengan penjelasan yang bikin kedua belah pihak bisa lega atinya, nggak sampe bikin ortu mangkel apalagi dikutuk kayak malin kundang (hi&#8230;), intinya ingatlah ortu sudah sedemikian rupa berkorban buat kita, jangan sampe nyakitin atinya banget. Ya&#8230; jalan keluar sementara ya ngomong baek-baek tentang apa yang sebenarnya kita inginkan. Itu sih pelajaran yang aku dapetin dari beberapa peristiwa serupa. Masalah apapun nggak akan berakhir kalo kita cuman diem aja,  begitu salah seorang temanku mengingatkan aku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=219&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/26/menikah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tengah Malam Pusat Kota</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/14/tengah-malam-pusat-kota/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/14/tengah-malam-pusat-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 17:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Sekeping dvd baru aja aku masukin ke dvd-room-nya laptop temenku. Belum sempat filmnya muncul, aku sudah digupuhi, &#8220;Ayo Has, kita berangkat sekarang juga!&#8221; Aku yang lagi berkostum mo tidur jelas gupuh n ngambil baju seadanya di gantungan belakang pintu. Biar gak kliatan seadanya bgt n nantinya g mecing sm orang2 skitarku maka kulapisi dengan jaket [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=196&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sekeping dvd baru aja aku masukin ke dvd-room-nya laptop temenku. Belum sempat filmnya muncul, aku sudah digupuhi, &#8220;Ayo Has, kita berangkat sekarang juga!&#8221; Aku yang lagi berkostum mo tidur jelas gupuh n ngambil baju seadanya di gantungan belakang pintu. Biar gak kliatan seadanya bgt n nantinya g mecing sm orang2 skitarku maka kulapisi dengan jaket warna krem bertuliskan &#8216;hanjin shipping&#8217; yg biasa aku pake.</p>
<p>Yang ngajak dah tergopoh-gopoh, dia masukkan STNK motor ke saku belakang jeans biruku sambil berkata, &#8220;Nanti kamu nunggu di parkiran aja yah&#8230;&#8221; &#8220;Heeh&#8221; jawabku sambil memasukkan sebuah buku kecil ke dalam tas yang akan aku bawa, bawaan wajib buat menikmati kesendirian nantinya. Ini salah satu cara untuk menikmati kesendirian yang mungkin bagi beberapa orang situasi ini sangatlah membosankan. &#8220;Jam di kamar menunjukkan pukul 21.55, berarti 5 menit lagi pintu kos akan ditutup. Apapun, itu urusan nanti, sekarang juga dengan kecepatan tinggi meluncur ke Cafe Tenda depan <a href="http://www.monkasel.com/">monkasel</a>.<span id="more-196"></span></p>
<p>Wuss&#8230; cukup kencang juga sepeda motor bermerk kawasaki warna merah ini dikendarai oleh seorang wanita yang secara fisik jauh lebih kecil dari aku meski usianya dua tahun di atasku. Tak lama, sampai jugalah kami di tempat parkir cafe ini. Belum juga kartu parkir dikasihkan, yang nyetir tadi nih dah bergegas turun dan memintaku markirin sepeda motornya. Aku cuma melongo dan terheran-heran lalu kuparkir motor, menghadap sebuah taman yang berbatasan langsung dengan sebuah sungai, keduanya dibatasi oleh pagar besi. Aliran tenang airnya, dan hijaunya taman yang disinari lampu indah membuatku memutuskan untuk menunggu di atas motor saja. Kukeluarkan HP dan otak-atik games yang ada di dalamnya.</p>
<p>Setengah jam berlalu, beberapa orang berlalu lalang. Semalam ini, ternyata masih banyak juga yang baru datang, berpasang-pasangan cewek cowok ato rame2. Cuma bergumam, anak cewek sapa aja nih semalam ini masih nongkrong di cafe (hehe&#8230;.kayak aku nggak aja, ya jelas nggak lha wong aku nongkrong diparkiran). Ku lihat di belakangku ada dua buah ayunan. Yang satu sedang diisi oleh sepasang kekasih (sepertinya), satunya kosong tapi nggak asik cz tak jauh dari situ ada meja kafe dengan beberapa orang sedang bercengkrama. Kalo aku duduk disana, jelas nggak nyaman. Maka, terpaksa nunggu di atas motor lagi.</p>
<p>Tak lama, ayunan itu kosong. Maka akupun beralih ke sana. Duduk menghadap taman yang kali ini berbatasan dengan tembok, tanamannya pun lebih besar. Kusandarkan tubuh di sandaran ayunan itu, kutengadahkan kepala, bulan terang dan bintang menghiasi langit hitam malam itu. Kedua kakiku kuluruskan dan kusandarkan pada kursi ayunan di depannya. Angin bertiup sepoi. Radio HP kunyalakan, ku&#8217;turn off speaker&#8217; lalu menikmati lagunya. Hm&#8230; PW puol meski nyamuknya sesekali nggigit kaki. Lebih PW lagi andai musiknya bukan dari radio tapi petikan gitar dengan lagu Pelukis Malam (co cuit deh&#8230;).</p>
<p>Bosan bersenandung dan bernyanyi lirih, kukeluarkan sebuah buku kecil yang bertuliskan &#8217;saatnya tampil beda&#8217;, bukan buku bacaan tapi tempat aku menuangkan beberapa rencana dan cita-cita hidup. Kubaca lagi sambil menambahkan beberapa tulisan di halaman-halaman kosongnya. Cukup lama juga situasi ini berlangsung hingga lagu di radioku terhenti berganti nada dering, ada telpon masuk.</p>
<p>&#8220;Hallo, kamu dimana, Has?&#8221; Suara lelaki yang kukenal di seberang telpon sono.<br />
&#8220;Di parkiran&#8221;, jawabku singkat sambil tolah toleh.<br />
&#8220;Dari tadi di situ terus?&#8221;<br />
&#8220;Hooh.&#8221;<br />
&#8220;Nggak tau kalo Dahlia-bukan nama sebenarnya- pingsan?&#8221;<br />
&#8220;Hah?&#8221;<br />
&#8220;Sekarang di klinik pusura, depan mitra. Kamu kesini sekarang&#8221;<br />
&#8220;Yup&#8221;</p>
<p>Lha la&#8230;.kok bisa-bisanya aku nggak tau apa-apa. Keasikan berimajinasi sambil ndengerin musik nih. Kukendarai motor dan setelah sampe tukang parkir aku nanya, &#8220;Mas, tadi ada orang pingsan ta?&#8221; Yang ditanya njawab &#8220;Iya, tadi dah dibawa pake taksi.&#8221; &#8220;Makasih&#8230;&#8221; Pamitku seraya meluncur ke klinik yang disebut tadi, sambil masih terheran-heran. Ni yang heng hong aku ato sapa ya&#8230; sampe kejadian gini gak tau&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p>Sesampainya di lokasi, aku melihat sebuah taksi terparkir di depan klinik. Mas yang telpon aku tadi langsung menghampiriku sambil menyodorkan sebungkus pil. Dia minta tolong aku untuk ngasih obat ke &#8216;D&#8217; tadi yang dah sadar dari pingsannya tapi masih lemes. Kuterima lalu mendekat ke taksi. Di dalamnya ada seorang cewek tak kukenal tapi sudah bisa kuduga siapa dia. Disebelahnya &#8216;D&#8217; terduduk lemah. Aku sedang males ngrayu orang minum obat jadi kukasih saja obat itu ke&#8230; -anggap saja namanya &#8216;P&#8217;- yang setelah memalui proses merayu dan memaksa sekian lama, diminum juga obatnya oleh &#8216;D&#8217;</p>
<p>Sesaat, &#8216;D&#8217; berontak dan memaksakan diri keluar dari taksi. Baru aja berdiri dah pingsan lagi. Aduh mak&#8230;repot juga. Dengan dibopong oleh mas&#8230; sebut saja &#8216;Y&#8217;, dengan bantuan dari &#8216;P&#8217; dan aba-aba dari aku (kompak deh), dimasukkan lagilah sosok mungil itu ke dalam taksi. Yang pingsan kemudian sadar dan berusaha berontak lagi. Kuminta &#8216;Y&#8217; di dalam saja menenangkan &#8216;D&#8217; dan akupun ngajak ngobrol &#8216;P&#8217; untuk mencairkan suasana.</p>
<p>Bukan ngobrol tentang kejadian barusan cz aku wegah ngobrol itu dan sudah kupastikan kalo &#8216;P&#8217; juga bakalan kesel kalo ngobrolin itu. Hm&#8230;ngobrol tentang kerjaan. Aku duduk di atas motor yang diparkir nggak jauh dari taksi tadi. Berbagai pertanyaan kuajukan, nyerempet2 eh sapa tau ada lowongan kerja n posisinya cocok buat aku di tempat kerjanya &#8216;P&#8217;. Bahasannya nggak jauh-jauh dari urusan riset dan statistik, yang kebetulan emang dipegang oleh &#8216;P&#8217; yang kerja di bagian marketing sebuah perusahaan pelayaran di daerah Perak sono.</p>
<p>Lebih dari setengah jam berlalu, akupun kehabisan bahan pembicaraan. &#8216;P&#8217; kulihat juga dah lelah berdiri dan mondar-mandir di situ. Pak Supir taksi yang duduk di belakang kemudinya, sambil nyabut-nyabut jenggotnya, raut wajahnya menyiratkan telah sampai pada titik jenuh jua menunggu dua sejoli yang sedang &#8216;melobi-lobi&#8217; yang tak lupa dibumbui deraian air mata keduanya di belakangnya. Hehe&#8230; pemandangan yang bikin aku ketawa ketiwi (tapi diempet n ketawa dalam ati aja, nggak enak kalo diliat orang2 itu).</p>
<p>Akhirnya&#8230;.. &#8216;Y&#8217; keluar juga. Aku menghampiri, &#8220;Mending pulang ke kos aja mas. Kalian bertiga naik taksi, motor sampeyan tinggal sini dulu, aku naek motornya &#8216;D&#8217;..&#8221; Yang diajak ngomong setuju dan pukul setangah satu itu juga kami beranjak dari klinik pusura. Perjalanan yang dingin. Aku nggak ngikuti taksi, nggak tau kami terpisah dimana. Akupun melalui jalan yang biasanya aku lewati. Tengah malam gini, lampu &#8216;bang-jo&#8217; di kota ini tak jua berhenti berganti warna, nggak kayak di kota lain yang kalo lewat jam23 lampunya dah berwarna kuning terus.</p>
<p>Taksi itu lebih dulu sampai di depan kos. Pintu kos jelas aja dah dikunci. Pukul 01.00, aku telpon kos dan alhamdulillah ada yang ngangkat. Untung pas ramadhan, jadi jam segini Bapak Kos sudah terjaga untuk nyiapin masakan yang akan dijual waktu sahur nanti. Beliau yang kemudian memberikan kunci pintu gerbang lewat jendela. &#8216;D&#8217; dibopong mendekati pintu gerbang. Rupanya si &#8216;D&#8217; berontak lagi nggak mau masuk ke kos padahal wajahnya dan pucet, lemes n bolak balik jatuh. Dia minta pulang ke rumahnya di sebuah kota yang kalo pake sepeda motor bisa ditempuh dalam waktu 2 jam. Rupanya pula, &#8216;P&#8217; juga di puncak kekesalannya. Dari tadi dia dah ngliatin jam dan mengeluh &#8216;kalo gini aku bisa nggak pulang-pulang&#8230;..&#8217; Dengan ekspresi kesal, akhirnya dia pamit dan langsung naik taksi tadi, pulang sendiri. &#8220;Iya, mbak. Ati-ati.&#8221; Kulihat taksi itu berlalu.      &#8212;&#8211;</p>
<p>Aku duduk di tepi jembatan sungai kecil, menatap jalanan dari arah barat menunggu taksi yang tadi kupesan untuk nganter &#8216;D&#8217;. Orang-orang di sekitar jalan rupanya masih terpesona sama kejadian tadi, beberapa orang menyempatkan curi-curi pandang (kayaknya&#8230;.hehe). Sekitar 5 meter di belakangku, &#8216;Y&#8217; menyangga tubuh &#8216;D&#8217; yang dah teler karena obat penenang tadi. Masih terdengar lirih pembicaraan mereka di sela sunyi malam dan koyaknya hati, mungkin&#8230;.</p>
<p>Ceritanya&#8230;. &#8216;D&#8217; dan &#8216;Y&#8217; nih dah 3 tahun pacaran dan ini adalah kali ke-3 &#8216;D&#8217; mergokin &#8216;Y&#8217; hm&#8230;. yang disebutnya &#8217;selingkuh&#8217; sama &#8216;P&#8217; tadi. Di sini, aku cuma mengabulkan permintaan &#8216;D&#8217; yang minta tolong ditemani menemui pacarnya lagi kencan sama &#8216;P&#8217; yang sejak sesiang tadi pertemuan mereka emang dah direncanakan oleh &#8216;D&#8217; dan &#8216;P&#8217;. Aku sih mo netral aja&#8230; tetap bersikap baik n biasa sama &#8216;D&#8217;, juga sama &#8216;Y&#8217; termasuk &#8216;P&#8217; yang posisinya saat itu sebagai orang ketiga (yang kebanyakan kalo dalam persoalan kayak gini dicap sebagai perusak). Ya iyalah&#8230; emang aku nggak ada urusan sm masalah mereka&#8230; Lagian&#8230; aku juga nggak abis pikir sama tiga orang ini&#8230; segitunya banget mo ambil pusing ama yang namanya pacaran&#8230; hehehe&#8230; Nggak dink&#8230;.</p>
<p>Pada dasarnya, aku mencoba kalem aja menjalani peran ini, nggak terlalu banyak ikut campur baik secara langsung maupun secara emosi. Biasanya, kalo tau temen ceweknya diperlakuin kayak gini, kebanyakan si temen ikut bersimpati secara emosi sampe memaki-maki si cowok ato beranggapan yang bukan-bukan sama si orang ketiga yang bisa makin mengobarkan api emosi temennya sendiri. Coba ngambil hikmah aja dari pengalaman orang lain&#8230;. kira-kira, gimana sih biar kita nggak terjerumus dalam permasalahan dan rasa sakit yang sama yang menurutku amat sangat banyak menyita tenaga, waktu dan dana (biasanya)&#8230; Padahal menurutku belum saatnya pengorbanan seperti itu dilakukan dalam status demikian. Yang jelas, nggak mau toh kejadian sepeti ini menimpa diri sendiri juga&#8230;.?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nuha85.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nuha85.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=196&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/14/tengah-malam-pusat-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maaf, Ternyata Aku Masih Suka</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/13/maaf-ternyata-aku-masih-suka/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/13/maaf-ternyata-aku-masih-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 15:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Tak seharusnya aku mengucap lelah pada saat itu karena kata itu hanya menambah ketakberdayaan. Hmm&#8230;maaf malam. Ternyata aku masih suka dengan heningmu yang memudahkan aku memaknai peristiwa hari ini. Aku masih suka dinginmu yang menusuk tulang hingga menyadarkan bahwa raga inipun berbatas. Aku masih butuh gelapmu untuk menyembunyikan wajah sayu yang kadang muncul setelah lelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=200&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak seharusnya aku mengucap lelah pada saat itu karena kata itu hanya menambah ketakberdayaan. Hmm&#8230;maaf malam. Ternyata aku masih suka dengan heningmu yang memudahkan aku memaknai peristiwa hari ini. Aku masih suka dinginmu yang menusuk tulang hingga menyadarkan bahwa raga inipun berbatas. Aku masih butuh gelapmu untuk menyembunyikan wajah sayu yang kadang muncul setelah lelah seharian, biar nggak gampang nular sama orang lain, hehe&#8230; Juga sepimu yang mampu menambah khusuk raga yang sedang bersimpuh lemah pada yang Maha Kuat hingga meneteskan air mata serasa meluruhkan dosa. ^_^</p>
<p>Malam dan siang, berbeda namun saling melengkapi, begitu juga apapun yang ada di dunia ini. Perbedaan&#8230;. menimbulkan warna yang beragam&#8230; dan itu bisa indah&#8230; kalo kita mengindahkannya&#8230; Berbeda &#8211; melengkapi &#8211; indah. ^_^</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nuha85.wordpress.com/200/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nuha85.wordpress.com/200/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=200&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/13/maaf-ternyata-aku-masih-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Petualang Malam</title>
		<link>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/10/petualang-malam/</link>
		<comments>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/10/petualang-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 16:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haSna- ^_^</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bait-bait Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuha85.wordpress.com/2008/09/10/petualang-malam/</guid>
		<description><![CDATA[Malam, kalau boleh jujur, aku sudah lelah
Lelah melaluimu dengan berkeliaran di bawah langitmu
Tanpa teduhan juga tanpa kawan
Dinginmu tak sekedar menembus raga
Tapi hati juga membeku
Suara mereka tak hanya bergermerisik di telinga
Tapi nuraniku juga tersayat
Ada sesuatu yang menarikku, dari dalam juga luar diriku
Agar menikmatimu dalam ruang saja
Karena ada rasa aman meski tak berkawan
Tapi kalau Kau memang belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=195&subd=nuha85&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malam, kalau boleh jujur, aku sudah lelah<br />
Lelah melaluimu dengan berkeliaran di bawah langitmu<br />
Tanpa teduhan juga tanpa kawan</p>
<p>Dinginmu tak sekedar menembus raga<br />
Tapi hati juga membeku<br />
Suara mereka tak hanya bergermerisik di telinga<br />
Tapi nuraniku juga tersayat</p>
<p>Ada sesuatu yang menarikku, dari dalam juga luar diriku<br />
Agar menikmatimu dalam ruang saja<br />
Karena ada rasa aman meski tak berkawan</p>
<p>Tapi kalau Kau memang belum mengijinkanku<br />
Untuk berlindung di balik tembok dengan segala keterbatasannya itu<br />
Maka akan kuteruskan saja seutas senyum untuk diriku<br />
yang bisa membangkitkan kekuatan pada raga ini<br />
ketika harus menembus malam di luar<br />
meski seisi alam lelap dalam istirahatnya</p>
<p>Karena sebenarnya malam tak pernah menghadirkan ketakutan<br />
Ketika namaMu terlantun merasuk bersama nafas<br />
untuk rasa terlindungi di sepanjang waktu<br />
Lantas padaMu kuberserah, Sandaranku yang tak pernah berpaling</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nuha85.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nuha85.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuha85.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuha85.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuha85.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuha85.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuha85.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuha85.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuha85.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuha85.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuha85.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuha85.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuha85.wordpress.com&blog=1665028&post=195&subd=nuha85&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuha85.wordpress.com/2008/09/10/petualang-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ce3ed450f34f56d94dcc9cd3a05aa93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haSna- ^_^</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>